Kamis, 14 Februari 2013

Sampai dengan selamat


Agak sulit mencari beberapa barang yang saya butuhkan di kota saya, kalaupun ada pilihan sangat terbatas, kalau yang sesuai keinginan harus memesan dulu di tokonya, harus menunggu beberapa hari dan harganya makin mahal. Pada jenis barang tertentu yang orang biasa jarang membelinya, belanja online menjadi solusi terbaik. Ini terkait libur saya yang saya habiskan di rumah dari mulai hari Jumat kemarin, dan baru tadi saya masuk kantor. Selama di rumah, saya jelajahi lagi isi komputer (bukan laptop) yang dulunya sering saya gunakan untuk eksperimen hal-hal yang menarik buat saya. Ketemulah saya dengan satu folder project yang dulunya saya susun sekitar tahun 2011.

Saya tertarik dengan hal-hal sound digital, pengolahan gelombang audio, sound mixing dan lain sebagainya. Tapi saat itu saya tau, hobi saya ini tidak tergolong murah bagi saya yang saat itu hanya mahasiswa bokek. Jadilah saya baca ulang plan saya itu, ternyata saya bahkan sudah menuliskan sejak jauh hari apa saja yang harus dibeli. Beberapa yang dapat saya temukan di toko sekitar kota saya coba beli seperti kabel RCA dan sound card eksternal. Saya pun mempelajari lagi semua hal tentang digital sequencer, tapi saya tak bisa memaksakan diri lagi menggunakan program-program open source, karena sangat minim dukungannya. Mau tak mau yang terpasang Sonar dan Nuendo serta VST salah satunya EZDrummer yang semuanya bajakan.

Saya meminjam sound gitar (speaker amplifier) teman saya, karena efek pre-amplinya keren, di rumah saya memang memiliki satu, tapi hanya memiliki pengaturan tone 3 channel. Saya rasa, yang paling penting hanya tinggal membeli MIDI Controller saja, tapi ya itu, dari dulu harganya mahaaal, jadi untuk coba-coba gak apa-apa deh kalo instrumen yang tersedia cuma gitar elektrik dan gitar akustik.

Yah, daripada jajan-jajan gak jelas, mending nurutin hobi, walaupun bisanya beli satu-satu nyicil. Hmm, terima kasih Lazada, pelayanannya memuaskan, 2 hari udah nyampe, udah gitu gak pake ongkos kirim lagi..! 

Senin, 11 Februari 2013

Perjalanan Kurang Kerjaan (Part. I)

Tanjung Balai
Semalam, hari Minggu temen saya yang baru beli motor baru (cuit.. cuit..) mengajak saya jalan-jalan. Dia adalah teman yang sudah tidak asing lagi di blog ini, cukup sering wajah ngganggu nya itu nongol di cerita-cerita blog ini. Ya, saya sama si Sugi pagi-pagi udah siap-siap pergi dengan tujuan satu kota pelabuhan yang cukup jauh dari kota saya. Jaraknya sekitar 2 jam dari tempat kami, tujuan kami adalah Kotamadya Tanjung Balai.

Perjalanan sejauh itu kami tempuh dengan sepeda motor, lumayan capek memang tapi seru juga. Tidak banyak yang bisa dilihat dari kota ini, hanya kesibukan aktifitas perairan, dan di pusat kotanya lumayan ramai juga terdapat kompleks wilayah perkotaan tua yang dulunya menjadi pusat perdagangan kota ini. Kami berkeliling beberapa saat lalu memutuskan untuk makan ikan bakar dan kerang khas yang banyak di jual di daerah pelabuhan.

Aktifitas nelayan di sekitar pelabuhan
Belagak jadi fotografer koran, hehe
Ada sebuah daerah yang kami dapatkan informasinya dari tanya-tanya sama orang sekitar pas makan, tempat buat nyantai-nyantai, menikmati angin laut, kalo gak salah namanya Panton. Sampai disana, kami kira adalah pantai dengan pasir putih dan pohon kelapa melambai-lambai (lebay, haha), ternyata hanya sebuah dermaga non komersil yang dibangun menjorok ke laut dan dipinggirannya banyak orang memancing dan pedagang-pedagang makanan.

Gak kecewa sih, soalnya kan memang gak ada niat dan rencana lebih dari sampai lalu pulang. Kami memutuskan untuk menunggu sore di tempat ini, sambil membeli minuman dingin juga supaya matahari tidak terlalu terik sewaktu perjalanan pulang. Daripada melewatkan waktu begitu saja, kami foto-foto, haha.

Serasa kapal milik pribadi, foto-foto di sampingnya, haha
Matahari terik banget, sampe mata sipit nahan silau tapi tetep narsis
Gak nahan liat ekspresinya
Sore pun menjelang, tidak terlalu panas buat pulang. Lagian makin lama disini hanya akan membuat kami semakin kumat foto-foto, haha. Jam setengah 5 kami mulai berangkat, berhenti sebentar di sebuah jembatan yang cukup panjang, di atas sebuah muara yang membelah kota Tanjung Balai.


Hmm, saatnya pulang. Ini gak lebih dari jalan-jalan kurang kerjaan, hehe. Salam jepret..!

Sabtu, 09 Februari 2013

Gong Xi

Jadi hari ini kami semua gak masuk.

Di posting yang dulu saya pernah cerita kalo karyawan di kantor mayoritas suku Tionghoa. Hal itu tidak pernah jadi penghalang diantara kami, bekerja ya bekerja, urusan lain bahkan tidak dapat porsi. Dari dulu saya memang menyukai lingkungan yang penuh persaingan, tapi di luar itu, saya tipe orang yang suka menjalin persahabatan. Kami saling menempatkan diri dan memahami batas-batas diantaranya.

Kami semua akrab, bahkan kadang becandanya kelewatan. Jadi yang enaknya ya pas dekat Imlek gini, Jumat semalam nutup penjualan untuk minggu pertama, karena mulai Sabtu sampai Rabu operasional dalam tutup. Yah, ini mungkin hari raya besar bagi mereka, sama seperti Muslim yang dapat libur beberapa hari. Dengan kata lain saya libur donk mulai hari ini sampai Rabu depan, weeew, what a long lazy days, haha.

O iya, kemarin dapet bingkisan dari istri Ko Joni, satu kotak kue bakul, enak juga, udah berlabel halal, orang di rumah pada suka, hehe. Dan si Pak Bro, PUK saya ngasi angpao ke kami yang masih single alias belum berkeluarga. Hmm, jumlahnya saya gak boleh kasi tau dong ya, lagian saya tidak menilai isinya, saya menghargai niat baik dari kemitraannya.



Terima kasih ya, selamat merayakan tahun baru Imlek buat teman-teman. Semoga makin giat di tahun-tahun selanjutnya.

Special thanks to: Stevanus Winata
ditunggu oleh-olehnya lhooo..! haha..!

Senin, 04 Februari 2013

The Honeydew Monday

Mungkin saat bermain di pinggiran danau, seorang anak mengabaikan bayangannya yang terlihat di air.
Tapi bukankah memang harus begitu.
Ini adalah luar rumah, fikir kepala kecilnya.

(lalu waktu berjalan lebih cepat 12 hari..)

Kami beristirahat lagi sore ini.
Awalnya aku hanya duduk, lalu kurebahkan badanku di rumput, langsung mataku menatap langit.
Ketiganya mengikuti kelakuanku, itu artinya mata kami menatap langit.
Dan tak ada kami diatas..

Hari ini kopi terasa lebih manis.
Akan terdengar lebih hiperbolis jika ditambah dengan galaksi yang terlihat seperti permen mint bergelantungan.

(kucoba berjalan mundur dan memejamkan mata, aku berada di tanggal 1, 13 hari sebelumnya..)

Transformasi adalah persepsi.
Itu artinya semua adalah kebohongan yang secara tak sadar dipelihara standarisasinya.
Tentang semua hal: mengapa begini, mengapa begitu.
Kekuatan ada untuk menghancurkan kekuatan lain.

(hari ini..)

Masihkah kau tak mempercayaiku?
Petualangan tentang hari-hari, apa yang kau lihat di bawah dan diatas, dan aku pun tidak akan mengajakmu lagi..