Kamis, 20 Oktober 2011

Lupa Kembalikan

Astaghfirullahaladziiim. Tadi menjelang siang tiba-tiba Marco menelepon saya dan marah-marah. Terkejut, saya benar-benar terkejut, sosok yang biasanya kalem dan pendiam itu tiba-tiba bicara dengan spontan kepada saya. Hal yang membuat Marco begitu panik adalah karena saya belum mengembalikan buku-buku yang saya pinjam melalui dia di perpustakaan jurusannya. Marco, jika sahabat-sahabat masih ingat, dia adalah anggota The Mahmuders yang paling pendiam, anggota yang lain sering tak mengerti apa yang sedang difikirkan olehnya, tapi diluar semua itu, Marco juga sosok yang paling santun daripada yang lain dan sangat baik hati (saya berkata jujur, bukan karena dia telah meminjamkan buku kepada saya, hehe). Marco adalah mahasiswa tingkat akhir fakultas Teknik, satu universitas dengan saya dulu. Jadi, Marco yang akan melakukan sidang sarjana senin depan harus mengembalikan semua buku yang dipinjam di perpustakaan pusat kampus maupun jurusan. Dan yang lebih parahnya lagi, saya sudah meminjam buku itu lebih dari 3 bulan (dan saya harus membayar dendanya juga, hiks). Tapi tak apa lah, ilmu yang saya dapatkan tak bisa dibandingkan dengan denda yang harus saya bayar, sepenuhnya ini salah saya dan juga Marco yang lupa. Jadi, istirahat siang tadi saya manfaatkan untuk pulang ke rumah, mencari buku-buku serta jurnal yang saya pinjam, lalu bergegas ke fakultas Teknik memberikan buku-buku dan jurnal-jurnal tersebut serta uang denda, sambil membujuk-bujuk Marco agar tidak marah. Alhamdulillah semua sudah beres. Saya sempat berfikir mungkin ini karena saya sudah tidak pernah lagi berkumpul sama The Mahmuders dalam pengajian atau sekedar nongkrong, ya Allah, jangan putuskan silaturahmi diantara kami.

Rencana Resign

Sebetulnya saya merasa belum pantas menuliskan ini, tapi mungkin setelah menuliskannya saya bisa agak tenang. Sejujurnya, saya tidak mendapatkan masalah apapun dengan pekerjaan saya sekarang, hanya saja saya berfikir untuk bekerja pada bidang dan jurusan saya juga selalu terngiang dengan nasehat abang saya yang mengingatkan agar saya jangan dulu mencari uang, fokus saja untuk menambah pengalaman terlebih dahulu. Tadi saya juga diberitahu tawaran magang di perusahaan telekomunikasi dan perusahaan perbankan di kampung saya. Sempat berfikir, kalau magang kan tidak digaji ya, jadinya gimana nanti. Yah, mungkin hal itu masih bisa ditutupi dengan gaji yang akan saya terima akhir bulan nanti yang akan dimanfaatkan untuk biaya hidup bulan berikutnya. Soal itu, abang saya meyakinkan agar saya tidak perlu khawatir, karena magangnya di kampung halaman saya, Rantauprapat, jadi saya tinggal di rumah sendiri. Weleh, saya masih sangat bingung, sekarang berada pada posisi harus memilih yang masing-masing memiliki konsekuensi yang berbeda. Di satu sisi sekarang saya sudah bisa hidup mandiri walaupun hanya tergolong cukup, di sisi yang lain tawaran tersebut adalah sebuah kesempatan besar bagi saya. Saya juga cenderung berfikir untuk mengembangkan diri terlebih dahulu dan menambah pengalaman. Waktu saya hanya sampai akhir bulan, tetap bekerja atau resign karena kesempatan ini. Ya Allah, bimbinglah hamba untuk mendapatkan ilmu dan dimudahkan untuk memilih. Sahabat juga bantu saya doa ya, agar saya dapat menentukan pilihan akhir bulan ini.

15 komentar:

  1. Istikharah yud, smoga dimudahkan dalam menentukan pilihan. dan jangan pernah menyesali setiap pilihanmu :)

    Satu lagi, kalo pinjam barang orang balikin dong --"

    BalasHapus
  2. Semoga yang terbaik selalu menjadi pilihan kita semua ya. amin. :)

    BalasHapus
  3. Yang punya blog kaya jalangkung nih, kl ngobrol suka datang gak dijemput pulang gak diantar *bikin penasaran* - YM

    BalasHapus
  4. menurutku sih coba dikumpulin data-datanya sebanyak mungkin, lalu prospek ke depannya. berdoa sesudah shalat akan membantu memilih....

    BalasHapus
  5. Semoga diberi Allah kemudahan dalam mengambil sebuah keputusan. Allah tidak merubah takdir umatnya, jika kita tidak berusaha untuk sukses. Keputusan ada di tanganmu. Good luck kawan.

    BalasHapus
  6. ntar kalominjem sesuatu dicatat ya masu Yudhi...

    mau resign?

    hemmm..istikharah aja dulu. memang diawal nggak nyaman kalo kerja

    BalasHapus
  7. nah dendanya berapa tuh?

    BalasHapus
  8. Istikharah yud... smg pilihan itu adalah yg terbaik.

    BalasHapus
  9. untung saja ane ga ada yang lupa apapun :P

    BalasHapus
  10. Semoga nanti pilihan yg diambil adalah yang terbaik ya? Amin.

    BalasHapus
  11. >sahabat semuanya: Allah ternyata berencana laiiin, terima kasih buat doanya, saat ini saya sanagat senang. Dan saya tak akan pernah menyerah dan terus bersemangat, sekali lagi terima kasih..

    BalasHapus
  12. Soal lupa, itu hal biasa dan manusiawi, selama tidak disengaja maka seharusnya dimengerti.

    Apapun rencana Allah, yakinlah itu yang terbaik untuk makhluknya. Ikut bahagia bila Yudi sekarang merasa senang. Teruslah berikhtiar dan berdoa, semangat saudaraku! insha Allah.

    BalasHapus
  13. alhamdulillah..
    *mangat!!! (minta do'a juga skalian, mo ujian meja) =,="

    BalasHapus
  14. smg barokah dengan apapun keputusannya ya yudie
    sebenarnya aku lumayan sering kesini tapi gabisa komentar... IDku ngga pernah mau muncul krn koneksi lemot... masalhnya lemot sama cepet lebih sering lemotnya.... mungkin jg karena yg takjelasin disini http://nindalicious.blogspot.com/2011/09/dear-bloggers.html

    BalasHapus
  15. kalo menurut gw. cari aja kerjaan yang sesuai minat dan yang gaji gede. kalo ini yang terbaik. yah jalanin aja bro.

    BalasHapus