Selasa, 03 April 2012

Posting Awal Bulan

Ini adalah kali pertama saya posting diam-diam dari kantor. Dengan modal bawa modem sendiri, maklum, jaringan hanya dikoneksikan antar unit sampai pusat dengan topologi jalur komunikasi data khusus. Penggunaan komputer diluar kepentingan adalah "kejahatan", haha. Beginilah kondisi kami kalau awal bulan, santai, nyatuin beberapa meja terus main kartu, gak seperti para frontliner yang harus masang senyum terus menantikan orang yang mau ngutang, hehe. Yah, kondisi sebuah unit di sebuah kecamatan berkembang memang sedikit berbeda dengan cabang yang ada di Rantauprapat, mereka pasti lebih capek (peace :p). Oleh karena itu masih banyak urusan yang harus bolak-balik, apalagi dengan kondisi izin BI belum keluar seperti ini.

Daripada waktu luang (yang sebenarnya tidak begitu luang karena berkas pengajuan belum numpuk) terbuang sia-sia, lebih baik blogging. Kali ini saya mau cerita tentang teman saya yang seorang pegawai negeri (ngeri?) sipil. Jadi setelah beberapa tahun menjadi tenaga kerja honorer di pemerintahan akhirnya dia diangkat dan telah menerima SK penetapan jabatannya. Kemarin dia menghubungi saya, awalnya sih ngajak makan tapi pas asik makan pembicaraan semakin serius dan dia mengatakan bahwa dia ingin mengajukan pinjaman ke bank dengan SK-nya sebagai agunan. Terus saya bertanya tentang alokasi dananya kalau sudah cair mau diapakan dan katanya dia ingin berinvestasi di perkebunan. Wah, satu lagi orang yang berfikiran seperti orang kebanyakan di kota ini. Ya, kebanyakan memang tipikal masyarakat daerah saya memang senang bergelut di dunia perkebunan yaitu kelapa sawit dan karet. Lalu dia minta saya melakukan analisa kasar (dbr outlook) terkait income yang sesuai dengannya.

Sebelumnya saya tidak mau begitu saja menyarankan produk apa yang paling cocok untuknya sebelum mendengarkan keinginannya. Dia mengiginkan pinjaman dengan bentuk rekening koran, karena merasa angsuran perbulannya sangat ringan dengan pengambilan yang relatif besar. Saya mengingatkan bahwa hal tersebut hanya bisa dilakukan apabila tujuan usaha tidak berupa investasi tetapi pengembangan sektor jual beli dan lainnya. Saya juga mengingatkan agar tidak terlena karena apabila menggunakan produk itu hutang sebenarnya tidak akan pernah lunas selama masa pembayaran angsuran kecuali memang dilakukan pelunasan terhadap outstanding pokok-nya. Mau tidak mau memang dia hanya punya pilihan untuk pengajuan kredit pokok, tapi dia juga masih bingung karena dari beberapa bank yang didatanginya tetap saja ada perbedaan. Yang membuatnya kurang mengerti adalah jenis angsuran dengan sistem flat atau efektif.

Memang pada kenyataannya, teman saya ini memiliki pinjaman yang masih aktif di bank lain, sebut saja bank N. Pinjaman sudah berjalan sekitar 15 bulan dengan tenor 4 tahun. Saat ini dia ingin mengajukan penambahan (top up) di bank N, tetapi karena bank N bukan peserta bank pinjaman PNS dan dari segi agunan gak bisa "narik" lagi kecuali penambahan agunan. Jenis pinjaman di bank N merupakan kredit dengan porsi flat. Sedikit menjelaskan tentang perbedaan kedua sistem tersebut adalah dari porsi pembayarannya. Pada sistem efektif porsi bunga lebih besar dari kewajiban pokok, maka semakin lama bunga angsuran kita akan semakin kecil. Sedangkan pada sistem flat, dari awal pembayaran sampai lunas porsi bunga dan pokok adalah 50:50. Yang sedikit memberatkan teman saya ini adalah kemarin dia sudah meminta print out karena ingin melihat sisa outstandingnya. Dia sedikit terkejut, karena walaupun sudah berjalan sekitar satu tahun lebih, sisa pokok-nya masih cenderung besar. Hal ini membuat dia ingin mengajukan pinjaman baru dengan jumlah lebih besar dengan maksud take over dari bank N.

Maka setelah melihat kasusnya tadi, saya hanya bisa memberikan sedikit pandangan saya tentang keinginannya itu. Memang di luar penghasilannya sebagai PNS dia juga mengurus beberapa hektar perkebunan yang diwariskan untuknya. Jadi usaha tambahannya itu memang cukup mendongkrak angka dispossible income-nya. Jadi untuk dia saya sarankan agar mengambil produk kredit yang memang cocok ditujukan sebagai investasi diluar KPR. Mungkin pertimbangannya adalah antisipasi apabila saat ingin ekspansi usaha (misalanya pembelian lahan baru) saat pinjamannya tinggal sedikit. Sistem efektif adalah yang paling cocok dengan asumsi di tengah masa pembayaran debitur ingin melakukan top up.

Setelah cerita-cerita itu, eh malah dia bilang ke saya: ya udah, kalau gitu aku pinjem ke tempat kalian aja. Huh, dasar bego dia, memangnya dia lupa ya tempat saya itu swasta, kan hanya bank negeri dan pembangunan daerah yang bisa. Cerita-cerita pun selesai, karena saya udah kasi saran banyak ke dia, saya gak mau dong kalau akhirnya dia hanya bilang: thanks ya Yud..!. Akhirnya yah dia trakir saya makan, hmm, gak apa-apa lah, itung-itung bantuin teman sekalian ditraktir, haha.

Ya udah, jarang-jarang kan saya nulis sebanyak ini. Tetap semangat ya sahabat-sahabat, yang penting tetap teliti sebelum memutuskan sesuatu apalagi yang menyangkut hal-hal finansial. Dadddaaah..!

26 komentar:

  1. Gara gara ada teman yang kebingungan tentang pinjaman bank, jadilah posting yang menarik ini, hehe.. Saya juga sedikit2 bisa ambil manfaatnya Mas, jadi sedikit ngerti tentang prosesnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakak.. saya aja males dengerin prosesnya mas..

      Hapus
  2. hihii..akhirnya sempat juga d=ni mas posting dikantor :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, iya mas, walaupun pake modem sendiri..

      Hapus
  3. Oooooooooh *manggut-manggut*

    Photoblog itu untuk nyimpan poto2 khusus, fresh from my nikkonG. Oke oke^^

    BalasHapus
  4. yaszzz.. ternyata disana masih minat juga di perkebunan karet dan sawit mas. sama kayak di tempat kami. apalagi banyak perantauan dari sumut untuk membuka lahan di jambi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas ardian, teman saya juga ada yang merantau kesana, tapi sekarang udah jadi orang kaya, haha..!

      Hapus
  5. manfaat wkt luang sebaik2nya sob..

    BalasHapus
  6. agak bingung dengan bahasa kredit mengkredit tsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. buakakak, tapi penting lho mas..

      Hapus
  7. kunjungan gan .,.
    bagi" motivasi
    kegagalan bukanlah akhir .,.
    kesuksesan juga bukan akhir .,.
    tapi proses merupakan cerminan akhir .,.
    di tunggu kunjungan blik.na gan.,

    BalasHapus
  8. menarik postinganya gan gue suka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. guwee juga suka postingannya gan
      menarik dan banyak info =..=
      heheheeee sebaiknya bisnis apa dong yud disana kalopengen yang beda

      Hapus
    2. haha..! mirip agan yang diatas..
      hmm, sebenarnya disini tipikal masyrakatnya sangat konsumtif mbak, memang dibarengi juga dengan taraf ekonomi mereka yang lumayan dan hal itu merata, jadi target bisnis yang menurut saya oke yang orang2 muda-nya..
      saya sempat memikirkan buat tempat tongkrongan all in one lengkap dengan sarana olah raga ex. futsal dll juga hot spot dan kuliner yang oke..
      hehe..

      Hapus
  9. kunjungan gan .,.
    bagi" motivasi
    Saat kamu menemui batu sandungan janganlah kamu ptus asa,
    karena semua itu pasti akan ada solusinya.,.
    si tunggu kunjungan baliknya gan.,

    BalasHapus
  10. ngeri lihat bunga bank tetap gede...

    lebih ngeri lagi kalau harus berutang

    BalasHapus
  11. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    fikiran yang positif bisa menghasilkan keuntungan yang positif pula.,..
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    BalasHapus