Tampilkan postingan dengan label cooking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cooking. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2011

Kismis Keju Ala Yudie

 

Hmm, jadi ceritanya begini, tadi pagi saya yang sudah janji dengan ibu dosen pembimbing favorit saya yang baik hati bertemu di ruangannya. Seperti biasa, saya menyerahkan perkembangan draft skripsi yang sedang saya susun sekalian memulangkan beberapa buku kepunyaan bu dosen yang dipinjamkan ke saya. Saat itu, saya merasa pasti bakalan diomelin lagi kayak kemarin karena pengerjaan yang lambat, tetapi tadi bu dosen senyum-senyum melihat lembaran-lembaran draft tersebut lalu berkata: hmm, lumayan untuk minggu ini, yasudah, kamu ambil waktu untuk istirahat dulu, jangan dipaksakan. Dengan wajah berseri-seri saya keluar dari ruangannya, akhirnya bisa mulai tenang setelah mendengar perkataan ibu dosen favorit saya itu. Sesampai di rumah, saya langsung melihat kondisi blog yang akhir-akhir ini kurang diurus, lalu BW kebeberapa tempat dan melihat postingan resep puding kismis kenari. Saya jadi penasaran, dan langsung mencatat bahan-bahannya dan pergi berbelanja, hehe.

Oke baiklah, sebenarnya resep ini saya ambil dari Aneka Resep Puding, tapi karena beberapa alasan saya melakukan penyesuaian dengan selera saya juga dengan bahan-bahan yang tersedia. Peralatan memasak yang terbatas juga membuat saya terpaksa menggunakan alat-alat alternatif, misalnya menggunkan tempat yang terbuat dari plastik yang seharusnya cetakan aluminium untuk dikukus. Udah gitu foto-fotonya juga cuma pakai kamera HP, hehe.

Langsung menuju dapur, ini dia bahan-bahannya:
- Roti tawar 10 lembar tanpa kulit
- Susu cair 600 ml
- Telur 4 butir
- Gula pasir 100 gr
- Margarin 75 gr, cairkan
- Vanili 1/4 sdt
- Kismis 50 gr
- Kenari 50 gr, cincang (saya ganti jadi potongan keju)

Cara Membuatnya:
Rendam roti dalam larutan susu selama ± 30 menit sampai hancur dan lembut. Kocok telur dan gula pasir hingga gula larut, masukkan ke dalam adonan roti, aduk rata. Masukkan margarine yang telah dicairkan dan vanili, aduk kembali lalu tuang ke dalam cetakan tahan panas yang sudah diolesi margarine. Kukus atau panggang hingga matang. Pada saat ½ matang, taburi kenari (atau keju) dan kismis cincang. Setelah matang angkat, hidangkan dingin atau panas.





Gimana? gak sulit kan?. Resepnya memang termasuk gampang, dan bahan-bahannya mudah didapatkan. Silahkan dicicipi, hehe. Selamat mencoba..!

Kamis, 02 Juni 2011

Selamat Pagi..!

Wuaaah..! Betapa rindunya saya dengan blog ini, dengan BW ke blog lain dan ketawa-ketawa sendiri karena blognya sahabat-sahabat. Alhamdulillah beberapa urusan sudah selesai dikerjakan. Minggu ini betul-betul minggu yang sangat menakjubkan, ingin sekali rasanya menceritakan semuanya kepada sahabat, tapi, tidak usah saja lah, karena saking senangnya sekali lagi saya hanya bisa bilang Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, semuanya sangat menyenangkan.

Win-Win Solution

Kemarin saya pernah bercerita tentang Ai (kalau sahabat masih ingat, hehe). Akhirnya ayah Ai setuju dengan pilihannya, tetapi malah Ai yang ingin mengikuti keinginan ayahnya. Hingga sesuatu yang disebutnya Win-Win Solution dimana Ai mengambil pilihan pertama dari kemauan ayahnya serta pilihan kedua adalah pilihannya, sedangkan yang ketiga dikosongkan. Ya, akhirnya Ai mengikuti ujian IPC, hmm, semoga Ai lulus. Lanjut cerita, hari itu saya sedang berbelanja di pasar sekitar jam 11 siang, lalu HP saya bebrbunyi, ternyata panggilan dari Ai.
Saya: Halo..
Ai: Halo, kakak dimana?
Saya: hmm, lagi beli jagung nih di pasar.
Ai: Lho, buat apa kak?
Saya: Tadi kakak nonton TV, liat resep puding jagung, kakak mau nyobain.
Ai: Ooh, mau dunk..! O iya kak, Ai udah keluar ujian nih, kakak tau gak, Ai ujiannya di SMA A..!
Saya: Hah..! SMA itu kan deket banget sama rumah kakak..!
Ai: Iya, itu makanya Ai nelpon kakak, Ai lagi di jalan mau kesana nih.
Saya: Ouw, kakak juga udah mau pulang nih, Ai jalan kaki ke rumah nanti pasti bareng sampenya sama kakak.
Akhirnya saya yang duluan sampai di rumah, saat itu empat lelaki bengal sudah menunggu di dalam, ya mereka adalah The Mahmuders. Mereka memang sejak pagi sudah di rumah karena libur, dan tadi mereka sangat ribut menuntut makanan yang membuat saya muak mendengarnya dan memutuskan untuk pergi ke pasar dan memasak sesuatu. Saya mengingatkan kepada mereka agar nanti kalau Ai datang jangan macam-macam dan juga jangan bicara, hehe. Saya katakan: sebentar lagi adikku mau datang, awas kalian jangan macam-macam. Memangnya kau punya adik..!?! kata mereka. Huh, ya aku punya, tepatnya sudah seperti adikku. Lalu tak lama Ai datang, dia agak heran karena melihat The Mahmuders lain, mungkin dia jadi kurang merasa leluasa. Saya lanjut membuat puding jagung tersebut, lalu seperti yang sudah diduga, The Mahmuders tak pernah mementingkan rasa, makanan itu habis dalam waktu sekitar 10 menit. Saya bercerita dengan Ai: kok gak bilang dari semalam kalo Ai ujiannya di SMA A?. Hehe, iya kak, kemarin Ai lupa, soalnya semalam sehabis ujian mama udah nunggu didepan jemput Ai. Loh, hari ini gimana? tanya saya. Hari ini mama bisa jeputnya abis zuhur kak, jawab Ai. Ouw, kalau begitu sudah bilang sama mama kalau jeputnya di rumah kakak?. Iya, sudah kak.

Yah, apapun pilihan Ai, semoga dia lulus, semoga dia mendapatkan yang terbaik untuk masa depannya. Hehe, hanya itu cerita yang sangat sederhana dari saya, belum bisa blogging seperti biasa nih, masih ada beberapa yang perlu "diselesaikan". Nanti, saya pasti akan kembali, menulis yang aneh-aneh lagi, silaturahmi ke blog-blog sahabat lagi. Hmm, kalau begitu tetap semangat..! Selamat pagi..!

Selasa, 26 April 2011

Donny's Noodle Crab with Fried Shrimp Chips


Akhir-akhir ini saya lagi hobi nulis, blogging sudah jadi kebiasaan baru buat saya, rasanya ingin share pengalaman (target bulan ini 9 posting, huehue). Dulu, waktu liburan akhir semester, saya pernah ikutan bantuin Donny, teman yang tinggal di kampung halaman yang memutuskan menjadi enterpreneur muda (ya iyalah, modal dari ortunya kuat banget, hehe). Bisnis cafe yang seratus persen dananya dari orang tuanya yang dikelola dengan konsep anak muda. Hmm, kalau aja kemarin saya diterima jadi chef, dijamin usahanya itu tidak akan bertahan sampai sekarang, haha. Yah, mungkin sambil menyelam minum air, resep yang saya buat ini (maksa pake bahasa Inggris) aslinya sih dari ayahnya Donny sewaktu jalan-jalan ke luar kota dan diajarkan sama anaknya, terus anaknya ngajarin ke saya, terus beberapa waktu yang lalu saya teringat masakan ini dan mencobanya, kebetulan kemarin ada waktu luang. Hmm, dan hasilnya, karena saya narsis, ya enak, hahaha.

Bahan-bahan Mie:
1 ekor kepiting
1 pcs mie instan
3 siung bawang merah
1 siung bawang putih
4 buah cabai merah
4 buah cabai rawit (atau sesuai selera)
2 sdm margarin
sedikit irisan jahe
1/2 sdt garam
1/2 sdt gula

Rebus kepitng sampai matang dengan sedikit air. Panaskan margarin, masukkan irisan bawang merah dan bawang putih, setelah agak mengering masukkan irisan cabai merah, cabai rawit dan jahe, lalu campurkan dengan air kaldu rebusan kepiting, tumiskan. Masak mi instan di tempat yang berbeda lalu tiriskan airnya lalu campurkan ke dalam tumisan tadi, tambahkan garam dan gula sesuai selera.

Bahan-bahan chips udang:
udang segar
4 sdm tepung terigu
daun seledri
1/2 sdt garam

Bersihkan udang lalu dicincang sampai halus, masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit dan tambahkan air agar adonan menyatu. Iris halus daun seledri dan campurkan ke dalam adonan, aduk merata. Siapkan minyak dan penggorengan lalu bentuk adonan dengan sendok sampai tipis lalu digoreng.

Setelah selesai membuat Mie, hidangkan bersama chips udang. Dapat juga ditambah dengan taburan bawang goreng atau pelengkap lainnya sesuai selera. Hmm, masakannya udah jadi, ternyata begini rasanya nulis postingan resep makanan. Kalau gak enak jangan salahin saya ya, soalnya saya cuma hobi, jadi masih amatiran.