Tampilkan postingan dengan label daily notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daily notes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

Kyo Daily Notes 10

Wah, sudah lama saya tidak melanjutkan postingan dengan judul bersambung ini. Dan ini jadi postingan daily notes pertama di 2014, hehe. Sebetulnya belum ada yang ingin dibagi oleh Kyo, cuma kemarin dikirim foto dari teman waktu liburan di Panyabungan dari kamera pro nya, tambahin teks dikit biar keliatan kayak album, weleh, haha.


Senin, 16 September 2013

Kyo Daily Notes 09

Perjalanan setengah jam, sampailah seorang lelaki yang selalu menyimpan tanya di hatinya ke sebuah gubuk. "Bukankah kau seharusnya membawa paling tidak sepotong atau dua potong roti untuk kau bagi padaku, karena letihmu menuju gubukku ini pun kuganti dengan nira segar yang sangat manis yang baru kuambil tadi siang" kata lelaki tua itu kepada pemuda yang masih terlihat basah kuyup. "Maaf, tapi bisakah aku masuk terlebih dahulu untuk mengeringkan tubuhku yang basah ini?", jawab sang pemuda sedikit menggigil, terpancar sedikit kekecewaan dari raut wajah lelaki tua itu sambil berkata, "masuklah..".

Beberapa menit keduanya hanya saling duduk diam, tak berniat satupun diantara mereka untuk memulai bicara. Tak seperti yang diduga, kali ini si Pak Tua mulai bertanya, "kali ini kau akan menginap menunggu hujan atau pulang malam ini juga?", walaupun itu hanya pertanyaan basa-basi yang dia sudah mengetahui jawabannya, ya, itu tidak akan mungkin terjadi, walau saat pertama mereka bertemu saat si pemuda mencarinya untuk bertanya tentang ayahnya dulu. Si pemuda yang selalu datang dengan pertanyaan diamnya, yang selalu ingin bertanya tapi tak pernah mendapatkan pertanyaan untuk ditanyakan.

Sembari mengambil Dji Sam Soe dan pemantik api plastik warna merah tua, dinyalakannya, dihirupnya setiap tarikan yang sepertinya membawanya ke kondisi yang lebih rileks, pak tua itu menatap kosong ke arah bukit.

"Kau hanya perlu tetap percaya pada dirimu.." kata pak tua sambil menghembuskan asap dari mulutnya di cuaca yang sangat dingin itu. "Pernahkah kau mempercayai dirimu, lalu dengan sengaja kau memilih untuk membuat semuanya tidak berjalan baik?, itu tidak akan mungkin terjadi karena kau tidak punya imbalan yang bagus setelah kau memilih untuk tidak jujur pada dirimu sendiri", tambahnya. Si pemuda tampak ingin mengatakan sesuatu tapi masih penasaran dengan lanjutan perkataan si pak tua. "Belajarlah menerima dirimu, maka kau akan belajar untuk menerima semua yang ada di luar dirimu.." kata pak tua dengan lembut tapi penuh penekanan.

Si pemuda tampak tak bisa lagi menahan, "aku mempercayai diriku, aku juga menerima semua yang ada diluarku" katanya. "Apakah kau yakin selalu seperti itu?, bisakah kita kembali pada beberapa saat di waktu yang dulu saat kau lebih memilih lari dari banyak masalah, mengapa kau bohongi dirimu sendiri?", balas pak tua. Si pemuda terdiam, hening mengisi ruangan gubuk itu. "Benar, harus ada sesuatu yang pada akhirnya kudapatkan atas apapun yang kulakukan bukan?" tanya si pemuda. "Ya, hanya saat kau jujur kepada dirimu sendiri, semuanya juga akan begitu, jadi kau hanya akan ada di jalan melingkar yang di ujungnya kembali ke arahmu jika kau tak berhenti di jalan melingkar itu, yaitu saat kau menyalahkan di luar dirimu", tutup pak tua.

"Seperti dunia yang pada nyatanya tidaklah nyata, biarlah begitu.."

Jumat, 30 November 2012

Kyo Daily Notes 08

Sudah lama juga Kyo tidak ke Medan lagi, dan akhirnya 2 hari yang lalu dia dapat kesempatan bersama satu orang rekannya untuk mengikuti sosialisasi tentang asuransi baru dan seminar pengembangan diri di kota itu. Acara yang dilangsungkan sebuah vendor pihak ketiga dengan kerjasama beberapa perusahaan itu bertujuan untuk menumbuhkan motivasi dan semangat. Lumayanlah, karena selain menambah pengalaman, saat itu juga Kyo berkenalan dengan beberapa teman baru.

Hari pertama Kyo bersama temannya memilih untuk tidak pergi kemana-mana walau untuk jalan-jalan, dan beristirahat saja di hotel. Hal itu karena mereka berdua datang dengan kereta api yang sama dan sampai pada malam hari karena masuk kerja sebentar, lagian dulunya mereka memang pernah tinggal di Medan sewaktu kuliah, ditambah temannya itu adalah seorang ayah yang usianya agak jauh dari Kyo, jadi tidak terlalu tertarik untuk hal-hal seperti itu. Keesokan hari paginya, semua berjalan sesuai jadwal, acara berlangsung dari jam 9 pagi, istirahat jam 12 siang, lalu dilanjut kembali jam 2 siang sampai jam 4 sore.

Hanya berkesan biasa bagi Kyo, alasan pertama dia mengikuti ini adalah karena ini dari kantor jadi semuanya gratis, kedua, sudah lama dia tidak mengunjungi Medan. Berbeda seperti beberapa bulan yang lalu saat masih di bank dia mengikuti beberapa wawancara kerja yang mengharuskan bolak-balik Medan, entah mengapa di tempat yang sekarang dia cenderung betah.

Jatah dua hari sebenarnya sempat bagi Kyo jika hanya sekedar melihat gemerlapnya kota Medan sekarang. Tapi entah kenapa dia tidak tertarik dengan semua itu, diapun memutuskan untuk keluar duluan dari hotel dan mengunjungi abangnya yang tinggal di Medan. Kyo dan abangnya bercerita banyak hal, dari mulai bandara udara baru yang sedang dibangun dan bisa langsung check-in dari stasiun kereta api, jalanan yang berubah arah, gedung-gedung tinggi baru, cuaca yang tak menentu dan sumpeknya kota ini.

Yah, begitulah yang ada di fikiran Kyo, tidak ada yang terlalu menarik, setidaknya kali ini dia dapat kesempatan refreshing yang tidak fresh. Toh sekarang dia cukup menikmati lingkungannya. Bersantai di rumah abangya sebentar, lalu dia mendapat telpon bahwa tiket kereta siang ini sudah dipesan oleh temannya dan mereka janji bertemu di stasiun. Hmm, mungkin lain kali kesini akan lebih menarik, fikir Kyo sambil memejamkan matanya mencoba tidur di dalam kereta.

Minggu, 26 Agustus 2012

Kyo Daily Notes 07

Lebaran tahun ini tidak kalah menggembirakannya daripada lebaran tahun-tahun yang lalu bagi Kyo. Semuanya berkumpul dengan perasaan suka cita yang terbalut dalam indahnya silaturahim. Saudara-saudaranya yang tinggal jauh diseberang pulau pun kali ini berkesempatan pulang kampung bersama, jadi bisa dibilang sekitar 98% keluarga dari ayah maupun ibunya tahun ini berkumpul, ada beberapa yang Kyo kurang ingat karena hanya beberapa kali bertemu sewaktu kecil. Hal itu tidak membuat kaku suasana, malah mereka bersikap seperti sudah sering bertemu, sangat hangat.

Pembicaraan-pembicaraan yang terjadi pun sudah tidak seperti dulu lagi, jika dulu hanya membahas soal-soal tidak penting, sekarang Kyo lebih memilih bergabung dengan saudara ataupun sepupu-sepupunya yang mulai membahas soal bisnis. Yah, walaupun pada beberapa waktu yang lalu Kyo memutuskan suatu hal yang mengubah hidupnya, yang sangat banyak mengundang komentar miring teman-teman dan saudaranya. Hal itu adalah saat dia memutuskan untuk berhenti bekerja di sebuah bank swasta dan memilih untuk memulai wira usaha kecil-kecilan dengan temannya. Bahkan kemarin tidak jarang mereka bilang, dasar bodoh, orang susah-susah cari kerja, kamu malah ngelepasin begitu saja. Awalnya hal-hal seperti itu sangat tidak mengenakkan hati Kyo, tapi lama kelamaan Kyo makin santai dan tidak peduli dengan apapun tanggapan orang, dalam hatinya selalu tertanam kalimat: URUS URUSANMU SENDIRI..!.

Diantara keramaian keluarganya pun hal-hal itu sering mereka pertanyakan, tapi itulah perbedaannya keluarga dengan teman, keluarga selalu mengambil posisi "orang yang mempercayai" daripada orang lain yang hanya teman yang biasanya "orang yang hanya melihat". Kyo hanya berprinsip, yang penting aku dapat hidup dengan caraku sendiri, tanpa meminta bantuan kepada orang lain. Kyo memang tidak terlalu suka dengan hal-hal formalitas yang beberapa orang beranggapan bahwa mereka yang berdasi itu keren, imagenya eksklusif, Kyo hanya berfikir dia bisa menghasilkan sesuatu tanpa harus jadi karyawan yang mendapat perintah, karena setinggi apapun posisinya (bos bandit-nya sekalipun, hehe) kalau tetap di kantor ya ujung-ujungnya diperintah. Tapi bagaimanapun itu hanya sebatas keinginan, Kyo tak pernah menutup kemungkinan untuk kembali menjadi karyawan lagi, hanya saja saat ini dia masih berusaha untuk melakukan kemauannya dulu. Dia belum menemukan jalan buntu, bahkan saat ini orientasi keuntungannya sudah mulai memperlihatkan hasil (walaupun tidak terlihat, haha). Kyo memang berbeda dari kakak-kakaknya yang bisa betah dalam pekerjaannya, yah, kakak-kakaknya itu memang mewarisi bakat ayah mungkin, hehe, sedangkan Kyo entah darimana watak pedagangnya muncul, haha.

Untung saja ada satu sepupu Kyo yang sudah jadi "pemain lama" dalam berbisnis, Kyo banyak belajar darinya. Jiwa mereka sama, yaitu: buat apa pakaian rapi-rapi kalo diatur orang, haha, dasar!. Tapi tetap saja, Kyo tak pernah menutup kemungkinan untuk semua hal, toh kalau yang ini gagal dia akan mencoba yang lain lagi, asik kan hidup jatuh bangun, terguling-guling, berlari-lari, jatuh lagi, lari lagi, lompat lagi, jatuh lagi, berdarah-darah, haha, dan lain sebagainya hingga mencapai puncak. Ya, segala hal yang flat itu memang tidak pernah seru. Sekarang, walaupun kecil-kecilan, yang penting Kyo tidak ditanggung oleh siapa-siapa lagi, karena lucu saja melihat mereka yang suka berteori ini itu sementara makan saja masih dari orang tua, haha. Bagaimanapun, yang terpenting adalah apa yang kita lakuakan dan ada atau tidak buktinya, kalau tidak ada, ya sebaiknya diam saja, hehe.

Akhirnya memang Kyo sudah tidak peduli lagi dengan komen-komen miring, karena apapun yang dilakukannya dia tidak mencampuri urusan orang lain dan memang tidak peduli untuk itu. Lakukan saja yang terbaik, urusanmu ya urusanmu, urusanku ya urusanku, hehe. Problem?


Rabu, 04 Juli 2012

Kyo Daily Notes 06

Tanggal 19 bulan ini, Kyo akan genap 7 bulan bekerja di tempatnya sekarang. Sangat banyak pelajaran dan pengalaman hidup yang didapatkannya selama ini. Bukan hanya itu saja, Kyo juga memiliki rekan-rekan kerja yang kooperatif dan profesional tapi tetap hangat disaat-saat berkumpul bersama. Sisi finansialnya juga sangat berbeda dari sebelumnya saat kuliah dulu, walaupun tahun-tahun terakhir kuliahnya Kyo meminta untuk tidak dikirimi lagi uang bulanan, karena saat itu dia mulai bekerja apa saja yang kecil-kecilan hingga kerja paruh waktu. Saat itu memang terasa sangat pas-pasan untuk Kyo karena penghasilannya yang tak bisa ditentukan sewaktu bekerja paruh waktu dulu harus bisa memenuhi biaya hidupnya sehari-hari serta banyaknya pengeluaran mahasiswa semester akhir. Sekarang, tidak hanya dirinya sendiri, tapi dia juga berusaha membahagiakan ibunya.

Bulan-bulan pertama bekerja bagi Kyo terasa sangat berat, dia yang tidak terbiasa dengan segala urusan pekerjaan di industri perbankan harus belajar lebih giat karena di satu sisi basic pendidikannya bukanlah dari  ekonomi, manajemen, atau akuntansi. Hal itu tidak membuat Kyo patah semangat, karena di kantornya dia memiliki teman-teman yang sangat ramah dan terbuka, sangat jauh berbeda dari pandangan Kyo sebelum masuk bekerja, fikirnya dahulu lingkungan tempatnya bekerja adalah kumpulan orang-orang serius yang penuh dengan obsesi dan persaingan. Semua itu tidak dirasakan Kyo sama sekali, mereka sangat senang menjawab pertanyaan-pertanyaan Kyo, karena saat itu dia belum menjalani pendidikan selama sebulan di ibu kota. Candaan mereka hangat, kepedulian mereka juga tidak dibuat-buat. Satu hal lagi yang menakjubkan dari mereka semua adalah karena mereka juga tidak jauh berbeda dengan Kyo secara latar belakang pendidikan, hampir semuanya dari jalur ilmu pasti, bahkan Bang Ahmad, unit manajer Kyo adalah seorang lulusan teknik mesin. Keakuratan menganalisa, penghitungan dan penyesuaian aset serta mempertimbangkan resiko-resiko kredit dan mengelola portofolio adalah makanan sehari-hari Kyo, walaupun akhir-akhir ini dia mulai membandel dan mengkuti "kebiasaan lama".

Waktu berganti waktu, seiring harinya Kyo mulai menyadari dia adalah sosok yang sangat tidak pernah puas. Walaupun hari-harinya bekerja tidak selalu bisa dibilang dalam keadaan nyaman, tak jarang masalah-masalah diantara mereka timbul, tapi selalu ada penyelesaiannya. Kyo selalu merasa dia sedang terjebak dan memikirkan apakah lebih banyak tantangannya kalau bekerja pada bidang lain. Ditambah lagi karena dia masih berfikir dan hari-harinya selalu terganggu karena pemikiran dan prinsipnya yang tidak sesuai dengan pekerjaan ini. Kyo selalu kagum melihat orang-orang lain yang sukses dengan caranya sendiri berusaha, dengan membuka usaha sendiri lebih tepatnya. Ya, Kyo selalu memendam cita-cita itu, tidak menjadi karyawan siapa-siapa tetapi membuat strategi bisnis sendiri. Seringnya dia membaca majalah SWA tentang young enterpreneur selalu mebuatnya iri, jika mereka yang berhasil itu bisa pasti dia juga bisa, begitu fikirnya. Karena banyak juga dari mereka itu yang memiliki kendala klasik yaitu pemodalan, tetapi itulah perbedaannya antara bisnis konvensional dan kesuksesan mereka sekarang, dimana dulu modal adalah motor pengendali mutlak, sedangkan sekarang bisnis lebih mengutamakan ide atau inovasi dan pentingnya strategi pemasaran. Jadi, dia mulai berfikir, memulai bisnis itu tidak selalu tentang uang yang dimiliki, tetapi apa yang bisa dijual dan orang-orang merasa harus membeli, yang terpenting adalah ide dan inovasi serta tak-tik marketing yang bagus. Kesemua hal itu, mulai dari ketidak cocokan pemikirannya dengan bidang pekerjaannya, kebosanannya yang menjadi-jadi, keinginannya bekerja di tempat lain serta inginnya dia memulai usaha kecil-kecilan, mendorongnya untuk keluar dan meyakinkan dirinya pasti mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

Adalah hal yang tidak pernah diceritakan Kyo kepada orang lain selain keluarga dan temannya yang dapat dipercayanya, bahwa dia telah mengajukan surat pengajuan berhenti pertengahan Juni kemarin. Sampai sekarang tidak ada tanggapan sama sekali, baik dari pusat maupun cabang. Di unit Kyo, bang Ahmad yang cukup akrab dengan Kyo mempertanyakan keinginannya, dia juga bertanya apakah kamu sudah punya "cadangan"?. Kyo menjawab, ini semua bukan tentang cadangan bang, ini murni keinginan saya, kehidupan sudah diatur, kalau ingin kebaikan harus dengan usaha mati-matian, jawabnya. Yah, karena respon dari atas juga belum ada, Kyo masih harus bekerja seperti biasa, hal itu mungkin karena belum adanya pengganti untuk posisinya dan diperlukan waktu lagi untuk asesmen atau bahkan rekrut karyawan baru. Sejauh ini, Kyo masih berusaha melakukan kewajibannya dengan baik, tapi hal itu memiliki batas waktu juga tentunya. Jika masih begini untuk waktu yang lebih lama, dia akan straight force saja, karena seperti kata kakaknya Syam, mereka tidak berhak menahan lajunya. InsyaAllah, Ramadhan sudah dengan sesuatu yang lebih baik.

"apapun kerjaannya, hajar terus kuncinya.." -Kyo

Senin, 30 April 2012

Kyo Daily Notes 05

Minggu ini akan menjadi sederetan hari yang cukup melelahkan bagi Kyo. Bagaimana tidak, hari ini saja dia masuk kantor pagi hari lalu mengerjakan beberapa tugasnya dengan terburu-buru lalu membawa pulang sisanya. Ya, hari ini Kyo lebih cepat pulang, bahkan sangat cepat, sekitar jam 9 pagi dia sudah permisi dari tempat kerjanya untuk menumpang bus tujuan Medan. Kali ini Kyo dibantu oleh teman kerjanya yang secara struktural setingkat diatasnya untuk merancang sebuah alasan yang dapat diterima agar dia dapat permisi pulang. Alasan yang dipakai kali ini adalah: Kyo harus hadir langsung sebagai saksi pengukuran tanah tetangga samping rumahnya yang sedang dalam silang sengketa dengan tanah rumahnya sendiri. Wah, alasan kompleks macam ini hanya bisa diciptakan oleh master tipu sekalas Bang E*win, hehe. Karena ini menyangkut perkara hukum Kyo diizinkan, dan Kyo berhutang terima kasih sama pencetus alasan ini karena tadi tidak sempat mengucapkannya. Bang E*win sih sangat yakin, katanya begini, tenang aja kau, dulu juga waktu seumur kau, aku sering lompat sana-sini nyari kerja yang baru, yah kalo kebetulan waktu interviewnya hari kerja dan surat sakit udah kebanyakan, biasanya kita akan berfikir lebih canggih lagi.

Sesampainya di rumah, Kyo langsung bersiap, cuma bawa baju dua biji terus ke terminal bus, kali ini Kyo tidak naik kereta api karena yang jam pagi sudah lewat, yang ada cuma bus-bus kecil KUPJ yang larinya secepat kilat, walaupun di dalam deg-degan. Bersyukur juga sih, walau selama perjalanan bang supir tikung sana-sini kayak Lorenzo, kami sampai di Medan sekitar setengah 2 siang. Karena Kyo sudah set dari awal, Kyo hanya meletakkan tas di kontrakan abangnya lalu meminjam sepeda motornya dan melaju ke Hotel Danau Toba.

Lalu apa sebenarnya yang membuat Kyo harus datang ke Medan terburu-buru seperti ini?. Alasannya adalah karena Kyo akan mengikuti sebuah seleksi penerimaan pegawai baru di sebuah Bank Pembangunan Daerah, makanya dia harus menghadiri seleksi tersebut yang diadakan jam 3. Keluarganya cukup mendukung, yang penting gak jadi masalah di tempat kerja yang sekarang. Abangnya juga sering memberikan masukan agar tidak lupa mencari yang lebih baik dan cepat puas. Apalagi kalau seperti sekarang, pekerjaannya tidak berhubungan dengan basic pendidikannya, makanya Kyo ingin sekali berkarir sesuai pendidikannya. Walaupun beberapa waktu yang lalu dia sudah punya pengalaman tidak diterima di bank yang terkenal akan produk KPR-nya, yah mungkin memang belum rezeki. Tapi yang terpenting adalah terus mencoba dan berusaha, hasilnya kembalikan pada Allah saja, karena gak mungkin Dia cuekin orang-orang yang sudah berusaha, dia selalu bersama orang yang berusaha, sambil berdoa juga.

Sekarang, Kyo malah sedang santai sebentar di rumah kontrakan abangnya sambil menunggu keberangkatan kereta tujuan kampung halamannya. Kereta api yang berangkat malam sampainya sekitar subuh, paginya dia masih harus bekerja lagi seperti biasa. Luar biasa capek tapi, semangat..!

Minggu, 26 Februari 2012

Kyo Daily Notes 04

Suatu pagi yang cukup cerah di hari Jumat. Setelah selesai persiapan, Kyo memanaskan sepeda motornya, bersiap untuk pergi ke kantornya yang berjarak cukup jauh. Saat itu, sudah agak telat, tidak seperti biasanya dia pergi sekitar jam 7.30 karena malam harinya dia ikut bersama teman-temannya nongkrong sambil main kartu seru-seruan sampai tengah malam hingga setelah shalat subuh pun dia kembali tertidur. Akibatnya, telat di pagi hari dan harus memacu sepeda motornya lebih cepat dari biasanya.

Tak sempat sarapan, bahkan untuk pamit mencium tangan ibunya dia lupa. Perjalanan dimulai dengan tergesa-gesa. Suasana jalanan yang ramai di pagi hari oleh orang-orang yang pergi bekerja dan anak-anak sekolah tak menjadi masalah baginya walaupun sempat hampir terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Hingga setelah 10km perjalanan, Kyo tiba-tiba harus memelankan laju motornya karena di tengah jalan terlihat kerumunan orang-orang. Sepertinya terjadi kecelakaan barusan. Tepat sekali, sekitar setengah jam yang lalu sebuah truk tanki pengangkut CPO (bahan baku minyak sawit) telah melindas dan menewaskan dua orang pengedara sepeda motor yang berboncengan. Timbul rasa penasaran dalam diri Kyo: jangan-jangan dia mengenal orang-orang yang bernasib malang tersebut. Dia berhenti, lalu menghampiri kerumunan itu dan berusaha melihat kedalam tempat kejadian, tiba-tiba, glek..!

Sangat terkejut, sangat, sangat, sangat terkejut. Kyo menyaksikan pemandangan yang sangat mengerikan. Tiba-tiba raut wajahnya berubah pucat, aliran darahnya seakan tak menentu. Di tempat itu, tergeletak dua orang laki-laki yang tewas mengenaskan: bagian perutnya hancur, terkoyak lebar, terlihat darah (mungkin juga beberapa organ) berserak memanjang kearah ban truk di sebelahnya. Ada sedikit perasaan lega dalam hati Kyo, setidaknya dia tidak mengenal mayat dua orang itu. Tetapi tak lama kemudian, serasa badan Kyo lemas tak bertenaga, konsentrasinya buyar dan pandangannya mulai gelap. Sadar akan kondisi itu, Kyo segera beranjak dari tempatnya berdiri lalu pergi kembali ke arah motornya. Dia lupa bahwa dia sudah telat masuk kantor, dia bahkan belum memikirkan alasan mengapa dia telat. Rasa lemas tadi tak juga hilang, perutnya bahkan sekarang mulai mual, ingin muntah. Semakin menyadari kondisinya dia mencari tempat untuk menenangkan dirinya dan melihat sebuah warung kecil. Dia menghampiri warung itu dan memesan segelas teh panas, ibu penjaga warung itu menawarkan sarapan, walaupun saat itu dia memang belum sarapan, bahkan dia tak bisa berfikir untuk sarapan hingga ia menolak tawaran ibu tadi. Perutnya masih sangat mual, mungkin dia tidak akan berselera makan untuk beberapa hari apalagi sarapan di pagi ini.

Hampir 30 menit berlalu, Kyo mulai merasa baikan. Dia tidak berfikir lagi omelan atasannya mengapa dia telat masuk hari ini walaupun pada awalnya dia berencana merancang suatu kebohongan. Hingga sampai di kantor dia memang tidak punya ide untuk mengarang alasan, dan dia menceritakan alasannya itu tanpa ditambahi atau dikurangi. Hasilnya Kyo bukannya mendapat omelan, dia bahkan mendapatkan tertawaan dari atasannya dan berkomentar: makanya, kalau gak sanggup jangan dilihat. Melihat kondisi Kyo, dia sedikit maklum dan membiarkan Kyo istirahat sebentar di pantry walaupun akhir minggu ini ada banyak dokumen tbo yang harus di forward ke unit lain.

Sampai saat ini pun Kyo masih terbayang bagaimana tragisnya pemandangan saat itu. Sangat banyak pelajaran di Jumat pagi yang sangat mengejutkan itu, semoga saja tak terulang lagi, harapnya.

Selasa, 01 November 2011

Kyo Daily Notes 03

Waktu memang mengajarkan banyak hal, dari mulai kejadian-kejadian yang mengiringinya sampai pada proses yang terkadang sering disebut sebagai penyesalan. Banyak orang telah menyia-nyiakan waktu, padahal sedetikpun dari waktu yang telah diberikan kepada kita tidak akan pernah datang kembali. Dalam beberapa kajian ilmiah mengatakan bahwa waktu adalah persepsi yang kita bentuk sendiri untuk memberikan skala (nilai) terhadap runtutan proses yang didalamnya terdapat banyak kemungkinan yang bersifat abstrak. Keputusan yang kita ambil saat ini, akan mempunyai dampak yang mempengaruhi kedaan kita disaat yang akan datang, oleh sebab itu Allah memberikan kita akal yang dengan itu kita dapat menggunkannya dengan baik sehingga menghasilkan keputusan yang dibarengi dengan logika yang matang.

Setidaknya, itulah pelajaran yang berhasil diambil Kyo. Ya, Kyo yang telah resign dari perusahaan teman abangnya tersebut kini telah melewati masa-masa yang sangat dilematis. Setelah beberapa hari yang lalu Kyo disodorkan Opening Letter oleh perusahaan yang baru mewawancarainya kemarin lalu membawanya ke rumah untuk memepelajarinya dan mendiskusikan isi surat tersebut dengan saudara-saudaranya. Awalnya, Kyo sangat bersemangat dan menyetujui surat yang berisi kesepakatan dan kontrak tersebut. Ternyata, tidak hanya sebuah keraguan yang pada awalnya hanya terfikirkan oleh Kyo, tetapi memang beberapa poin dari surat tersebut tidak sesuai dengan kemauannya begitu juga saran dari saudara-saudaranya. Kalau Kyo menyetujuinya, keterikatan tersebut kurang menguntungkan dari beberapa hal. Oleh sebeb itu, setelah perundingan dan pembahasan, Kyo memutuskan untuk membatalkan menandatanganinya. Kembali ke rencana awal, sambil mengembangkan diri, sekali lagi Kyo harus bersabar untuk mendapatkan ijazahnya. Waktu telah mengajarkan banyak hal untuk Kyo, dan dia yakin tidak akan pernah menyesal membatalkan menandatangani surat tersebut.

Hari ini sangat cerah, rugi sekali rasanya kalau tidak dinikmati. Begitu bathin Kyo dalam hati, sambil mengeluarkan sepedanya dan membawa kamera, Kyo pergi menikmati indahnya sore itu.

"ah, terima kasih semuanya, ternyata saya hanya kurang bersyukur.."

Minggu, 03 April 2011

Kyo Daily Notes 02

Sebelumnya saya akan minta maaf kepada teman blogger semuanya kalau kali ini postingan saya tidak dapat dimengerti, aneh atau nggak jelas (memangnya selama ini pernah jelas? hehe). Beberapa postingan yang juga saya sendiri merasa aneh terhadapnya merupakan apresiasi terhadap hal yang saya minati. Saya tak begitu mengerti bagaimana menyampaikan perasaan melalui tulisan, berbeda dengan orang lain yang dapat dengan lancar -tepat tujuan- melalui ide-idenya dalam sebuah tulisan, saya lebih merasa cocok menyalurkannya pada musik dan gambar.

Dua hal tersebut adalah keajaiban bagi saya yang pada awalnya dikenalkan oleh dua orang sahabat SMA saya, Die dan Kaoru. Ketertarikan pada seni komposisi musik adalah saat dahulu mulai sering bermain di rumah Die si anak tunggal setiap sore. Di rumahnya terdapat sebuah piano tua tahun 1981 ukuran medium dengan warna mahogani tua bermerek Kawai, awalnya saya tidak begitu penasaran karena piano tersebut hanya dijadikan tempat meletakkan foto-foto keluarga Die. Pernah saya bertanya kepada Die: kau bisa mainin itu nggak? dia jawab: nggak. Suatu hari, pernah ada masalah dalam keluarga Die, mungkin kedua orang tuanya bertengkar, dan mereka berdua (orang tuanya) tidak ada di rumah -dan baru kali itu juga saya lihat dia menangis- saat itu saya lihat dia memindahkan foto-foto yang berada diatas piano dan penutup tutsnya, lalu dengan pelan dia memainkan sebuah lagu yang lembut. Nada yang saat itu saya rasa sangat familliar, dan ternyata adalah lagu milik X-Japan - White Wind From Mr. Martin dengan gitar akustik, yang dimainkan Die dengan piano lebih lambat. Entah kenapa saat itu saya merasa nada dalam lagu itu sangat menyayat hati, yang dapat saya lakukan hanya menahan air mata sekuat tenaga. Satu hal lagi, menurut saya Die adalah komposer yang hebat, karyanya tak pernah bertemakan cinta, lirik-liriknya sangat mendalam tentang kehidupan, kepalsuan dan hal-hal yang menginspirasinya. Ingin sekali saya menyebarkan hasil karyanya dalam sebuah file media sharing, tapi karena masalah izin darinya, jadi tak pernah dilakukan. Sejak mengenal Die, saya sangat menyukai musik.

Adalah Kaoru, anak yang ditakuti di kelasnya, berlagak seperti jagoan dan pada akhirnya membawanya kedalam sebuah perkelahian dengan Die. Saat itu mereka belum saling mengenal, hingga pada saat kelas dua SMA kami bertemu di kelas yang sama. Saat itu Kaoru yang keras kepala (apalagi Die) bersikeras tentang posisi duduk mereka di pojok kelas, kedua anak bodoh ini memperebutkan bangku paling belakang dekat jendela yang rusak. Perkelahian mereka cukup menghebohkan sekolah, karena masing-masing dari mereka mempunyai pendukung yang juga bebal. Hingga pada akhirnya para guru memisahkan mereka: kedua orang tua mereka dipanggil ke sekolah. Suatu hari, seorang ibu guru fisika yang bergelar Si Tendangan Maut menyatukan kami dalam sebuah kelompok praktek, tugas kelompoknya cukup sulit, kami yang saat itu tidak saling bicara harus menerima hukuman karena sedikitpun kami tidak mengerjakannya. Seperti biasa, kami dibariskan, lalu satu persatu tulang kering kaki kami mendapatkan tendangan dari ujung sepatu wanita lancipnya, sakit sekali. Tidak puas dengan siksaannya, ibu guru tersebut memberikan tugas pengganti, yang saat itu mau tak mau membuat kami bekerja sama, dari itulah dimulai kebersamaan persahabatan kami, hingga sangat erat. Saat itu, giliran tempat pengerjaan tugas adalah rumah Kaoru. Kaoru yang memiliki beberapa adik yang berprestasi ternyata sering membantu keuangan keluarganya. Sebuah usaha jual beli handphone dan gadget di kota kami adalah tempat bekerja Kaoru. Kaoru pernah membuat sebuah katalog yang berisi daftar dan gambar handphone yang dia foto sendiri. Menakjubkan, hasilnya terlihat seperti professional dengan kamera khusus, padahal saat SMA, Kaoru hanya memiliki kamera saku biasa. Hal itu membuat Kaoru mendapatkan orderan membuat katalog seperti itu lagi, bahkan dia pernah menjadi fotografer event resmi di kota kami. Sekarang saya rasa dia betul-betul menjadi seorang fotografer professional, karena dia sering mengirim hasil karyanya kepada saya dan Die, satu karyanya yang paling saya sukai adalah kartu pos yang pernah dikirimnya, fotonya memiliki judul Senyum di Pangandaran.

Between 5 and 7

Kyo tak mampu seperti Die yang dengan lancar dapat menuliskan notasi balok walau belum menemukan tempo. Kyo juga tidak mahir memainkan instrumen-instrumen seperti Die dengan improvisasi yang kompleks apalagi lirik-lirik yang mendalam. Kyo hanya dapat mengikuti seperempat bar dari simfoni no. 25 dalam G minor dan Die menguasai penuh empat karya Mozart. Sedikitpun Kyo tak mampu menyamai hasil foto Kaoru yang sudah pernah memenangi lomba. Kaoru memiliki koleksi lensa untuk setiap kondisi yang berbeda sedangkan Kyo hanya memiliki satu. Tapi, sekalipun Kyo tak pernah menyesal hanya memiliki setengah-setangah dari temannya. Justru hal itu membuat Kyo belajar bersyukur.

"The End.."


Drum Session

Key:
H   |x  = closed hi-hat
H   |X  = open hi-hat
R   |x  = ride
R   |b  = bell of ride
C   |x  = crash strike
C   |s  = splash cymbal
C   |c  = china cymbal
C   |1  = Max Stax Number 1
C   |2  = Max Stax Number 2
t2  |o  = octoban
T1  |o  = Tom 1
T2  |o  = Tom 2
T3  |o  = Tom 3
T4  |o  = Tom 4
S   |o  = snare drum
S   |d  = custom (kemarin saya coba pakai cangkir plastik, suaranya garing, hehe)
F   |o  = Floor tom 1
F2  |o  = Floor tom 2
B   |o  = Bass drum 1
B   |d  = two consecutive 32nd notes
B2  |o  = Bass drum 2
Hf  |x  = Hi-hat w/ foot

Play:
Intro
C|x----21x--|c----21x-x--|c----21x--|c----21xx------x|
C |--c-------|--c---------|--c-------|--c-------------|
T1|----------|------------|----------|---------oo-----|
T2|----------|-----------­-|----------|-----------oo---|
T3|----------|------------|----------|-------------o--|
S |----o----o|----o---g-gg|----o----o|----o---o-----o-|
B |odoo---o--|ddoo---o-o--|odoo---o--|ddoo---oo------o|
  (1 2 3 4 5 |1 2 3 4 5 6 |1 2 3 4 5 |1 + 2 + 3 + 4 + |

Bridge (4/4)
C |x-----------xxxx|xxxxxxxxxxxxxxx-|c---------------|--------x-------|
T1|----------------|----------------|----------------|---------d------|
T2|----------------|---------------­-|----------------|----------dd----|
T3|----------------|----------------|----------------|------------dd--|
S |----------------|----------------|o---------------|----------------|
F1|----------------|----------------|----------------|--------------d-|
F2|----------------|----------------|----------------|---------------d|
B |o---------------|---------------d|o---------------|--------o-------|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

Pre-Verse (4/4)
C |x---------------|---------------x|x-x-------------|--------x-------|
H |--X-X-X-X-X-X-X-|X-X-X-X-X-X-X-X-|----X-X-X-X-X-X-|X-X-X-X---X-----|
T3|----------------|----------------|----------------|--------------o-|
S |--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|--o---o-o---o---|
F1|----------------|----------------|----------------|------------o---|
F2|----------------|----------------|----------------|--------------o-|
B |o---o---o---o--o|o---o---o---o--o|o---o---o---o--o|o---oo-doooo-o-o|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

Verse (4/4)
C |x---------------|--------------x-|x---------------|------------1---|
H |--x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-x-x---|--x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-x-----|
S |--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|--o---o---o---dd|
B |do---d-o----do--|do---d-o----oo--|do---d-o----do--|do---d-o-o--dd--|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

Chorus (4/4)
C |x-x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-------|
T1|----------------|----------------|----------------|-------------d--|
T2|----------------|---------------­-|----------------|--------------d-|
T3|----------------|----------------|----------------|---------------d|
S |----o--o----o--o|----o--o----o-o-|----o--o----o--o|----o--o-dddd---|
B |odoo-oo-odoo-oo-|odoo-oo-odoo-o-o|odoo-oo-odoo-oo-|odoo-oo-o-------|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

C |x---------------|x---------------|x-x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-----xx|
H |--X-X-X-X-X-X-X-|--X-X-X-X-X-X---|----------------|----------------|
S |----o----o--o-oo|----o----o--o-oo|----o----o--o--o|----o----ooooo--|
B |o-oo--ooo-oo-o--|o-oo--ooo-oo-o--|o-oo--ooo-oo--o-|o-oo--o-o-----oo|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

C |x---------------|x---------------|x-x-x-x-x-x-x-x-|-cccc--cccc-----x|
H |--X-X-X-X-X-X-X-|--X-X-X-X-X-X---|----------------|-----------------|
S |----o----o--o-oo|----o----o--o-dd|----o----o--o---|-oooo--oooo-f--f-|
F1|----------------|----------------|----------------|-------------d---|
B |o-oo--ooo-oo-o--|o-oo--ooo-oo-d--|o-oo--ooo-oo--o-|o----------o--o-o|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4tl+ )

Guitar Solo (4/4)
C |s---------------|--------------11|s-s-------------|--------------11|
H |--X---x---x---xx|xxxx--xxxxx-----|------X---X---xx|xxxx----xxx-----|
T1|----------------|----------------|----------------|------oo--------|
S |----o-------o---|----o-------o---|----o-------o---|----o-------o---|
B |o-----o---o-----|--o-----o-o-----|o-o---o---o-----|--o-----o-o-----|
Hf|----x-----------|----------------|--------x---x---|----------------|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

C|x-------------ss|-ss------2----11|----------------|--------------x-|
R |--x---x---x-----|------x---x-----|--x---x---x-----|----------------|
H |-------x-x------|-------X--------|-------x-x------|----------------|
T1|----------------|----------------|--------------oo|----------------|
T2|----------------|---------------­-|----------------|oo----oo--------|
T3|----------------|----------------|----------------|--o-----oo------|
S |----o-------o---|----o-------o---|----o-------o---|----o-------o-o-|
F1|----------------|----------------|----------------|----------o-----|
B |o-o---o---o-----|o-o-----o-o-----|o-o---o---o-----|o-o-----o-o-----|
Hf|----------------|--------x-------|----------------|x-------x-------|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

C |x-2---2---2---2-|--2---2---2---2-|--2---2---2---2-|--2-------2---2-|
R |----------------|----x-----------|----------------|----------------|
H |-------x-x-----x|-x-------------X|---------------X|-x--------------|
T1|----------------|-------o--------|-------o--------|----------------|
T2|----------------|---------o-----­-|---------o------|------oo--------|
T3|----------------|----------------|----------------|--------oo------|
S |----o-------o---|----o-------o---|----o-------o---|----o-------o-o-|
B |o-o---o---o-----|o-o-----o-o-----|o-o---o---o-----|o-o-----o-o-----|
Hf|----------------|----------------|x---------------|x-------x-------|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

Keyboard Solo (4/4) Back To Normal tempo (t=95)
C |x---------------|----------------|----------------|----------------|
H |--X-X-X-X-X-X-X-|X-X-X-X-X-X-X-X-|X-X-X-X-X-X-X-X-|X-X-X-X---------|
S |--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|--o---o-f---f-f-|
B |o---o---o---o--o|o---o---o---o--o|o---o---o---o--o|o---o--o-ooo-o-o|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

  Double Time (4/4) (t=190)
C |x---------------|----------------|----------------|----------------|
H |--x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-x-x-x-|
S |--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|
B |o---oo--o---oo--|o---oo--o---oo--|o---oo--o---oo--|o---oo--o---oo--|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

C |----------------|----------------|----------------|----------------|
H |x-x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-x-x-x-|x-x-x-x-x-x-x-x-|
S |--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|--o---o---o---o-|
B |o---oo--o---oo--|oo--o---oo--o---|oo--o---oo--o---|oo--o---oo--o---|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

  Back To Normal Tempo (t=95)
C |x---c---c---c---|x---c---c---c-c-|c---c---c---c-c-|c---c---c-------|
H |----------------|----------------|----------------|----------X-----|
S |----o-------o---|----o-------o-o-|----o-------o-o-|----o---o---f-f-|
B |o------oo--d-ooo|o------oo--d-o-o|o------oo--o-o-o|o--o--oo-d-o-o-o|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

Outro (5/8, 6/8, 5/8, 15/16, 4/4)
C |c------c--|c------c-c--|c------c--|x------c-c--c--|
H |--X-X-----|--X-X-------|--X-X-----|--X-X----------|
S |--o---o--o|--o---o-g-go|--o---o--o|--o---o-g-gg-gg|
B |dd--oo-o--|dd--oo-o-o--|dd--oo-o--|dd--oo-o-o--o--|
  (1 2 3 4 5 |1 2 3 4 5 6 |1 2 3 4 5 |123456789012345)

C |x------x--|x------x-x--|x------x--|x------x-x--|
C |--c-c-----|--c-c-------|--c-c-----|--c-c-------|
S |--o---o--o|--o---o-g-go|--o---o--o|--o---o-g-gg|
B |dd--oo-o--|dd--dd-o-o--|dd--dd-o--|dd--oo-o-o--|
  (1 2 3 4 5 |1 2 3 4 5 6 |1 2 3 4 5 |1 2 3 4 5 6 )

C |x---x-----------|x---------------|
T2|------------o-o-|----------------|
S |--g---g-g-f-----|----------------|
B |o---o-----------|o---------------|
  (1 + 2 + 3 + 4 + |1 + 2 + 3 + 4 + )

Nih titipanmu, butuh tiga hari juga buat coba-cobanya. Die, akhirnya aku putuskan untuk ngedrum. Ada juga ternyata tools di MS Word buat tab, play midi nya di Sonar. Kau bilang tempoku payah, monoton. NB: kalau yang china cymbal ganti pakai yang biasa aja.

Selasa, 15 Maret 2011

Kyo Daily Notes 01

Setelah berhenti bekerja part time di kantornya Mas Rendy, Kyo sekarang punya banyak waktu luang, hobinya tidur siang sudah merajalela. Hobi-hobi yang lain juga sudah mulai mendapatkan tempat khusus di hati Kyo: Senin bersemangat ke kampus karena futsal, Rabu malam ngaji sama anak-anak Rantauprapat yang kuliah di Medan, Jumat latihan drum dan Minggu adalah hari yang paling mengasyikkan bagi Kyo karena ada saja yang kurang kerjaan ngajakin ngumpul lah, ngerjain desain lah, minta bantuin di bengkel lah (padahal bagi Kyo Minggu adalah hari bermalas-malasan). Sudah hampir satu tahun lebih Kyo juga mengajar privat kepada anak teman dekat ayahnya, Dr. Khairil Anwar. Kyo sangat mengagumi Om Iril (panggilan Dr. Khairil) yang dokter spesialis penyakit THT. Om Iril selalu menyempatkan diri setelah menutup prakteknya di sore hari untuk mengobrol hangat ditemani kopi dan short cake buatan istrinya. Lelaki tua itu sering bercerita tentang ayah Kyo yang dahulu teman sekolahnya. Aktifitas ini mungkin sebentar lagi juga mulai berhenti, karena anaknya akan menghadapi ujian akhir nasional tingkat SMA yang akan dilaksanakan. Om Iril pernah berpesan: nanti tetap sering main ke sini ya, Om gak ada teman ngobrol. Kyo pun berjanji akan selalu berkunjung, dalam hati Kyo berharap semoga anaknya Om lulus lalu diterima di universitas yang ditujunya.

Yah, sekarang adalah waktu yang ditunggu oleh Kyo. Aktifitas kampus yang sedikit, hal-hal baru, juga rencana yang sudah disusun dalam waktu dekat. Temannya Kaoru yang telah lulus lebih dahulu sekarang sudah bekerja di sebuah NGO di pulau Sinabang, Aceh dan Die yang akan liburan lewat pertengahan bulan ini. Hal ini langsung dimanfaatkan oleh Kyo dengan mengundang mereka ke acara pernikahan abangnya sebentar lagi di Rantauprapat. Kaoru kemungkinan besar akan datang (demi persahabatan, hehe) dan Die sudah pasti. Dipastikan ketiganya akan melakukan ritual lama mereka di sebuah tempat yang dahulu dikenal sebagai Sarang Bandit sekarang menjadi Bait Al-Bandit.

Sekarang Kyo juga menyukai blogwalking, dan dari kebiasaannya itu dia juga mempunyai beberapa teman baru. Sejauh ini, belum ada teman kampusnya yang mengetahui keberadaan situsnya, tapi dia heran kenapa ada tiga orang teman kampusnya yang menjadi follower?. Salah satu yang menjadi target tinjauan umum nya adalah Rumah Matahari. Kalau blognya dibuka, suara alunan musik terdengar indah walaupun Kyo tak mengetahui itu lagu apa dan siapa penyanyinya. Pemilik Rumah Matahari heran, kenapa Kyo mengaku sebagai Monster tapi profil picturenya Satria Baja Hitam RX?. Hahaha, itu karena aslinya memang buruk (monster) tetapi dari luar terlihat baik, sekali lagi: hahaha..!  Ini dia sedikit cuplikan dari Rumah Matahari: Hei kesatria ber-Baja hitam!!!

"Adalah dia, Y*** D******* yang meng-icon-kan diri dengan gambar kesatria baja hitam yang sedang pamer sixpack hitamnya, dia adalah seorang yang mengaku monster sekaligus mahasiswa USU yang soleha, Loh?!, penggemar music-musik aneh bin ajaib yang kalau saya baca postingannya serasa ada di dunia lain, penyuka hitam, dia juga fotografer handal (tapi lebih handal saya kan? Kan? kan???), suka travelling bersama Mas Kribo, dan pengunjung setia blog saya tentunya. Oh iyya, si yudi ini juga tukang jalan… terbukti komen-komennya dia ada dimana-mana blog/web/situs yang saya datangi, dan karena dia juga sekarang saya sudah mulai Blogwalking lagi, bersosialisasi lagi, alhasil blog saya juga mulai rame pengunjung dan pemerhati. Ternyata punya teman nge-blog itu asik juga yah! Menjadi spirit tersendiri…

Ini Rasanya seperti nge-Blog di era baru, bersama generasi-generasi baru *halah.

Terimakasih… Hei kesatria ber-Baja hitam!!!"

Membaca itu, Kyo terdiam, karena sang pemilik blog adalah Blog Walker Senior sekaligus master landscape dan human photography. Bertempat di Makassar (beberapa foto kerennya membuat Kyo penasaran ingin ke Makassar). Wah.. wah.. wah.. dasar mbak Cyaam.