Tampilkan postingan dengan label narcism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label narcism. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2015

Inside Yudie: The Reverse

Semua yang hitam telah kembali ke putih,
Tapi yang putih juga sudah sampai di hitam,

Kita tidak pernah betul-betul mengerti tentang semua yang kita lihat,
Sampai kita hanya akan menghadapi ada atau tidak ada: hitam atau putih..

***

Selamat siang sahabat semua..! Ya ahirnya saya sudah berhasil mereverse tema blog ini ke sebaliknya setelah 6 tahun tanpa perubahan, haha. Saya sangat menghargai komentar sahabat-sahabat semua yang sangat membangun. Mayoritas berkata blog saya gak nyaman dilihat, serem, kayak mati lampu, banyak lagi deh. Komentar sahabat semua ditambah masukan beberapa teman kantor gak penting lainnya membuat saya makin yakin untuk mengubah tampilan blog saya. Dan ini beberapa komentar yang cukup membangun:

Emang blog saya sosmed? hehe, tapi ini komen yang paling saya suka
Pasti maksudnya Eye catchy.. :P
Mereka sudah buktika, kenapa tidak? hehe
Sebetulnya semua komentar sahabat sangat bagus-bagus dan membangun semua, tapi segitu aja ya yang ditampilin, mau jadi apa panjangnya kalo ditampilin semua ya gak?. Saya masih tetap pakai konsep lama gak mau ribet-ribet dan simpel. Semoga sahabat semua dan siapa aja yang berkunjung ke rumah ini gak merasa seram atau mati lampu lagi, masa-masa gelap itu sudah lewat, haha. Hmm, kalau begitu selamat ber-blogwalking ria..! Salam.

Minggu, 05 Mei 2013

Weekend With The Kribo Part. III

Pose mati gaya arahan Irul
Saya dan beberapa teman suka ngumpul di Mes Pemprov. Sumatera Utara yang ada di kota saya, apalagi kalau malam ada bola kita suka nonton bareng di ruang nontonnya yang gede. Ada juga teman saya yang bekerja sebagai pengurusnya di sini, namanya Irul. Saya, Rudi dan yang lainnya sering dikasi nginap gratis di kamar VIP kalau kemalaman dan tidak pulang ke rumah. Saya juga beberapa kali mengarahkan rekan kerja dari luar kota agar menginap di Mes Pemerintah saja karena tarifnya yang jauh lebih miring dari hotel.

Yang ngerokok di samping Irul itu namanya Uwak MB
Yak, sabtu pagi, rata-rata kami tidak pergi untuk bekerja. Saya panggil Rudi biar datang ke rumah, dan si Kribo mentaati perintah saya, hehe. Saling calling-calling-an, nentuin tempat ngumpul dimana, kita bergerak ke Mes, kebetulan tamu lagi sunyi jadi Irul bisa ikutan diajak keluar, walaupun belum tau mau kemana.

Si Sugi gak bisa ikutan karena harus ngantar emaknya kondangan. Yang lain-lain juga gak bisa karena ada yang tetap masuk kerja walau setengah hari.

Kebanyakan bengong-bengong sih awalnya kita di Mes, karena masih pagi, masih pada bego, belum tau mau ngapain. Paling karena kebetulan si Kribo baru pulang dari studio tempat dia kerja dan bawa kamera pro, dan Irul iseng foto-fotoin kita. Kemudian datanglah teman kami Ibob, seorang Satpol PP, yang oleh kami PP nya sering kami panjangkan sebagai Pemberantas Perek karena dia sering ikutan razia nangkapin pelacur dan banci yang berkeliaran.

Si Ibob ini ngasi ide brilian, dia mau traktir masuk kolam renang dan makan siang. Nah, di kata traktir itulah letaknya brilian itu, haha.

Baiklaaah, siapa sih yang bisa nolak traktiran. Tapi karena kolam renangnya baru buka jam 10, jadinya kami harus bengong-bengong lagi dong sampai satu jam lagi. Ah, kenapa sebingung ini sih kita kalo udah ngumpul haha.

Tiba jam 10, baru kita gerak ke RPH, disini itu untuk singkatan Rantauprapat Hotel. Kami pilih di sini karena tidak terlalu banyak orang datang, dan kalaupun datang memang tujuannya untuk olah raga karena di sampingnya juga ada sport center dan gym, tidak seperti beberapa tempat kolam renang yang malah dijadiin tempat rekreasi keluarga, weleh..

Ibob bergaya, padahal jinjit, hehe
Yang pertama kali nyemplung adalah Ibob, mungkin itu seperti penyampaian kepada kami: Heh, aku yang  traktir, jadi jangan dulu-duluin ya, hehe.

Seger, tapi karena udah agak lama gak berenang, saya agak kaku dan cepat lelah. Teman-teman saya juga ngerasain gitu, padahal kita udah pemanasan lama banget sampai orang-orang ngeliatin, tapi emang dasarnya amatir kali yah.

Selesai ngobok-ngobokin air, kita gerak nyari makan. Laper banget, tapi karena yang paling dekat cuma warung Miso yah kita makan itu aja deh. Daripada kita gigitin handuk, udah jorok, gak enak lagi, hehe.

Begitulah weekend kemarin, setidaknya ini jadi weekend yang menyehatkan daripada males-malesan di rumah. Hmm, segitu aja dulu cerita dari The Kribo and The Gank, tunggu weekend-weekend selanjutnya ya sahabat-sahabat..!

Salam dari 3 Sea Monkeys, hehe.

Sabtu, 17 November 2012

Weekend With The Kribo Part. II

Gerombolan banci kamera
Halooo sahabat semuanya, ngapain aja weekend ini?. Hehe, kenapa? jijik ya lihat foto kami, haha. Yah, jadi cerita kali ini tentang dua hari yang lalu, bertepatan dengan tahun baru Islam, si Baban yang konon sudah setahun ini meninggalkan image kribonya mengajak kami berkumpul. Saya mau dong, kan udah jarang banget bisa kumpul-kumpul sama teman-teman saya satu SMA ini. The Kribo yang terdiri dari Baban, Untung, dan Sugi mengajak pula Jumbo Club yang terdiri dari Iyus, Sheila, dan Muty (nama yang saya kasi buat geng teman-teman perempuan yang bertubuh maksimal, haha). Saya sendiri sebetulnya dulu juga punya geng yang nyatu banget sama saya, sayang kedua teman akrab saya sudah bekerja saling berjauhan, di Pekanbaru dan di Semarang. Balik ke plan-nya Baban, karena si dekil ini selalu ngadain sesuatu serba dadakan, akhirnya ya gak semua bisa ikut, si Untung aja gak bisa ikut karena harus memantau ladangnya, kalo dari Jumbo Club malah lebih parah, Sheila sama Muty gak bisa ikut karena ada urusan, yang bisa cuma si raja makan, Iyuz. Si  Iyuz berkeras tetap ingin ngumpul walaupun cuma perempuan sendiri, akhirnya inisiatf si Baban ngajak teman kuliahnya si Zahra ikutan ngumpul, jadi ada deh temen si buntal.

Lihatlah betapa Dangdutnya wajah kami
Akhirnya Baban mendeklarasikan Proklamasi rencananya, kita diajakin ke tempat outbound yang jaraknya sekitar setengah jam dari kota Rantauprapat. Kita oke-oke aja sih, tapi waktu ngumpul di rumah saya sebelum berangkat kita buat kesepakatan, kalo nanti sudah jauh-jauh kesana dan tempatnya tutup, si Baban harus menanggung semua dari mulai biaya jalan-jalan sampai makan. Awalnya si Kribo berontak, tapi untunglah semua naluri kebinatangannya tidak keluar, dia pun setuju (lagi banyak Job kali, hehe).

Di jembatan gantung pun kalian pose, dasar..
Sampai disana, ternyata lagi-lagi kebodohan merajalela. Tempat outbound yang kami tuju ternyata tutup, dan hanya buka di hari Minggu, kalau hari lain seperti ini, yang buka hanya beberapa itupun tanpa fasilitas guide. Padahal rencananya saya pengen nyobain rafting dan flying foxnya, ah siaaal. Karena sudah terlanjur datang, akhirnya kami yah ngeliat-liat aja. Gak begitu kecewa karena disitu terdapat lokasi yang ditata seperti pedesaan, lengkap dari mulai tempat mandi sampai pondok-pondok untuk makan. Tapi tetap saja, Baban harus menelan ratusan caci maki yang kami suguhkan untuknya, walaupun dia yang traktir.

Saya disuruh bersihin pondok
Si Raja Makan

Akhirnya kita memilih satu pondok untuk beristirahat, untung tadi di jalan sempat beli nasi bungkus. Baban menyesali perbuatan bodohnya, kamipun tak parnah berhenti mengutuk kebodohannya itu. Sugi, melihat ada beberapa sarana yang dapat dimainkan, tak bisa menahan hasrat simpansenya: bergelantungan. Memang ada beberapa sarana yang tidak ditutup, tapi kalau seperti hari ini, pihak outbound ini tidak bertanggung jawab atas apapun yang terjadi.


Sudah dilarang tetap saja, dasar Sugi..
Sudah lawan dua orang, tetap saja kalah berat
Karena saya masih penasaran dengan raftingnya, saya bilang ke Baban dan Sugi ntar kita kesini lagi, tapi kita bertiga aja biar tidak merepotkan. Kalau ada waktu hari Minggu, pas waktu tempatnya benar-benar buka. Hmm, lumayan terhibur juga sih ngumpul-ngumpul bareng mereka, karena kita udah mulai jarang seperti ini karena kesibukan masing-masing.

Sekarang, waktu bersantai masih ada dua hari lagi, selamat menikmati waktu luangnya.

Salam dari kami, tiga pemuda Dangdut..

Senin, 26 September 2011

Liburan Yang Lalu


Yihaaa..! Kali ini saya mau posting tentang cerita maupun foto-foto narsis di liburan kemarin. Hmm, semua berkas menyangkut perkara sidang sarjana sudah saya bereskan, tinggal tunggu SK dan jadwal keluar dari pihak dekan fakultas. Lalu, The Last Battle akan segera berlangsung, doakan saya yaa..!. Baiklah, dimulai dari foto di atas, foto keluarga besar saya di hari lebaran pertama. Pagi-pagi sekali kita bermaaf-maafan, lalu pergi ke mesjid raya Rantauprapat buat shalat Ied. Pulangnya, kita pengen narsis-narsisan, sayangnya gak banyak studio yang buka di hari pertama itu, kebetulan rekan saya yang punya usaha studio dari etnis Tionghoa mau diajak kompromi sebentar. Akhirnya kita bela-belain deh foto bareng, walaupun hari itu sebetulnya studionya gak buka, hehe.

Narcism With Alma 
Masih ingat dengan Almahyra Kahisha Hafi? Hehe, ya, dia adalah anak bayi paling narsis yang pernah saya tau. Kemarin waktu lebaran, Alma hampir berusia 1 tahun, walaupun hanya beberapa hari lagi. Yang saya lihat, dia makin lucu, makin banyak gaya, gak tau tuh dia belajar dari siapa. Biar Alma makin ngerasa beken, saya pun melakukan sesi foto-foto narsis dengan Alma, haha.

Sehabis shalat Ied kemarin, kita semua termasuk dari adik-adiknya Papa ziarah ke makam Papa, yang kebetulan saat itu, 1 syawal bertepatan dengan 31 Agustus (di tempat saya) adalah hari meninggalnya Almarhum 3 tahun yang lalu. Sangat banyak kesedihan yang ingin saya luapkan di hadapan makamnya itu, tapi saya sudah berjanji termasuk kepadanya, untuk tidak melakukan hal yang sia-sia lagi, dan hanya akan membuktikan dan membuatnya bangga di sana dengan menyelesaikan amanah pendidikan yang diharapkannya dulu, juga menjadi penggantinya untuk selalu membahagiakan Ibu. Bukannya bersedih, saya malah makin semangat, serasa dia masih disamping saya, sambil bertanya: gimana kuliahnya Dek? lancar kan?. Selalu saya jawab: Alhamdulillah Pa, dahsyat..! sebentar lagi selesai..!

Silaturahmi ke rumah saudara-saudaranya Papa dan Ibu saya selesai sampai sekitar hari ke-3. Ada juga sih yang tidak dikunjungi karena mereka pergi ke luar kota. Jadi pada hari keempat, kakak megajak kami liburan ke Medan. Kalau saya sih kurang setuju, di Medan mau lihat apa coba? paling banter Berastagi, tapi karena saat itu saya lihat Ibu cukup bersemangat, saya akhirnya setuju. Ibu bertanya: kemarin kamu pernah cerita tentang Tongging, nanti kita kesana ya, tapi kamu yang nyetir, maklum, abangmu (maksudnya suami kakak) kan gak biasa daerah sini. Akhirnya kita wisata ke Air Terjun Sipiso-piso dan desa Tongging. Yang anehnya, mereka terlihat sangat takjub dengan keindahannya, saya sih biasa saja, kan udah pernah, hehe.

Yah, sampainya di sana, udara cukup cerah walaupun cuaca di sana dingin. Tapi cukup menyenangkanlah, lalu masuk lagi ke sesi foto-foto narsis. Akhirnya saya tau, darimana Alma mendapat penyakit narsisnya, ternyata datang dari Bundanya sendiri. Sebaiknya hal itu jangan ditiru, karena itu dapat meracuni generasi selanjutnya walaupun narsis itu bukan kriminalitas, haha.
Saat itu, yang biasanya aja malu kalo difoto, eh jadi ikutan narsis. Ayahnya Alma emang jago foto, tapi jangan harap dia mau difoto, haha.
Kalau saya mah, narsis abis, buakakak..! Walaupun dengan gaya yang tak seberapa dan terkesan mati gaya, gak pake malu deh..!
Sebenarnya, dari dulu sewaktu Alma lahir, saya punya sebuah obsesi untuk menjadikan Alma drummer death metal. Soalnya waktu dia baru lahir, teriakan nangisnya kenceng banget, semua tetangga sampai terbangun. Itu kan ciri khas growl death Metal sekali ya. Tapi, entah kenapa semakin bertambah umurnya, dia semakin banyak gaya, mana pantes jadi drummer death metal lagi. Walaupun, sebelum pulang ke Rantauprapat, saya sempat mau beli drum set kecil yang buat anak-anak itu, tapi gak jadi. Ini nih, salah satu pose banyak gayanya Alma.

Narcism On Klang Beach With Surya
Kalau yang ini, cerita kemarin siang, bukan lebaran. Jadi, Surya yang lagi liburan, pulang kampung ke Medan, dan ngajak saya bertualang. Katanya sih, dia dapat tempat baru yang di search dari google, namanya pantai Klang, daerah Kabupaten Serdang-Bedagai, Sumatera Utara. Saya bilang sama dia, kalau pantai di daerah sini gak ada yang cakep, airnya keruh semua. Tapi dia bilang yang ini beda, masih bagus, bersih dan airnya jernih, tapi masih 1 jam lagi dari pantai Cermin. Akhirnya, Minggu pagi kami berangkat dari Medan, sekitar pukul 10 dan sampai sekitar jam 12.30. Cukup lama, tapi saya puas, karena saya juga baru tau, di daerah sini masih ada pantai yang bersih kayak gini.

Saya dan Surya hobi banget sama yang namanya musik, jadi kemana-mana kita selalu bawa peralatan audio portable kita, apalagi kemarin beli headphone Sennheiser bareng, walaupun nabungnya lama, hehe. Sambil nikmatin musik, kita tidur-tiduran di pinggir pantai kayak bule, hehe.
Pengunjung pantai ini belum terlalu ramai, jadi masih enak buat melepas penat dan tak lupa, lagi-lagi narsis. 
Ternyata, akhirnya saya menyadari, bukan hanya saya yang mengidap penyakit narsis akut. Temen saya yang satu ini, paling gak bisa ngeliat yang namanya spot bagus buat foto. Ada aja gayanya, hehe.
Setelah puas basah-basahan di pantai Klang, akhirnya selepas Ashar kami beranjak pulang. Dan lagi-lagi kami disuguhi pemandangan indah berupa persawahan yang luas, hijau di sepanjang jalan pulang. Lagi-lagi Surya yang mengidap pemyakit narsis akut tiba-tiba meminta berhenti dan langsung masuk ke tengah persawahan. Saat itu, cuaca sorenya memang cukup mendukung, cerah dan sejuk. Lagi-lagi dia meminta saya menjepretnya, obsesi banget ya..! Haha..!

Yah, itu aja cerita seneng-seneng saya. Gak mau terlalu serius menghadapi sidang seperti pesan Mrs. Hello Kitty. Baiklah, salam jepret..!

REVISI..!

Saya sidang hari Rabu tanggal 28 ini..! Wah, 2 hari lagi..! Sahabat-sahabat Blogger, mohon doanya yaa..! Saya akan berusaha sekuat tenaga, insyaAllah..! >:D 

Rabu, 30 Maret 2011

Narcism

Kali ini saya akan menuliskan apa yang mereka katakan dalam hati. Orang-orang narsis tua dan muda, sadar dan tidak sadar. Karena penulis blognya saya, jadi ya suka-suka hati saya, hehe.


Baban: "sebenarnya aku sadar akan difoto, tapi mau gimana lagi, aku kan harus jual mahal, terpaksa aku pura-pura tidak tahu.."

Yudie: "aku yakin, aku lebih keren dari tiang lampu jalanan ini, buktinya tiang ini diam saja, mungkin dia minder berfoto denganku.."

Almahyra: "$#@$#@ &(*&%$ (*&(_)) %$#%#@ ^$^%..!"

Narcism adalah penyakit yang tidak memandang usia. Dikarenakan tidak ada yang mengerti bahasanya Almahyra, Omnya yang baik hati menerjemahkan.

Almahyra: "eh ada kamera, pose aah, siapa tahu ntar fotonya masuk koran..!"
Anak-anak IT: "eh, pose yuuk, kita trio macan banget loh, trio macan plus komodo..!"


Yudie: "kali ini aku betul-betul yakin aku lebih keren dari tiang lampu jalanan ini..!"
Saat itu saya yang sedang belajar foto HDR berkata pada baban: Ban, temenin hunting yuk, aku pingin belajar foto manusia. Tiba-tiba Baban langsung meninggalkan saya tak begitu jauh lalu dia berpose dan berkata: Ayo, apalagi? bagus nih poseku. Saya terdiam, daripada dia semakin menjadi-jadi, jepret saja lah.

Senin, 27 Desember 2010

Monster Bandit Vs. Pendekar Kribo

Memang baru itu lihat pemandangan seperti lukisan, wah..wah..wah.. Jadi bangga sebagai warga Indonesia, hehe. Udara sejuk, pepohonan, langit cerah, mantep pisan euy. Keesokan harinya, dengan nyali yang tersisa, dua mahluk bergegas pulkam setelah subuh. Perjalanan 5 jam ditempuh dengan motor (dasar gila!).

Karena itu, sekarang badan saya terasa seperti dikucek-kucek, pegal abeees..! Hmm, kalo gitu mending masak pancake, karena kemarin sesisi rumah berkata: hmm, enak, kamu hebat ya! (gila pujian). Apakah hari ini akan sama karena saya kehabisan pasta mocca? hehe..

Senin, 01 November 2010

Menwa Side

Markas
Tujuannya sih mengumpulkan data untuk tugas, eh, tapi teman-teman kena syndrome narsis. Teman narsis saya Ridwan dan Polin Kepiting minta biar hasil narsis-narsis nya diupload, hehe. Padahal guru besar fotografi saya Kaoru, dulu sudah pernah marah-marah agar saya meninggalkan fotografi sebagai hobi menjadi Commercial Photography. Sudah sih, semenjak freelance, tapi mumpung Kaoru jauh diseberang pulau sana, jadi ya masuk kanan keluar kiri, haha..!
PeDe I
PeDe II








































name: M. Ridwan Fachni
date of birth: 01-01-2099 on Mars
blood type: Z+
HERBIVORE

Dialogue







PeDe III
tidak ada yang tahan melihat gaya kalian
Guardian of Hell

name: M. Romy Elmaco
date of birth: 31-12-2099 on Kitchen
blood type: Unknown
CANNIBAL
Menunggu Bakso






















Akhirnya, foto terakhir, merupakan jenis face portrait, tetapi sampai sekarang saya tak mengerti ekspresi apa yang terekam. Beberapa pangamat mengatakan: POI nya sangat kurang, bokeh tipis dan cahaya pas (lalu mereka menambahkan: setelah melihat itu, kami benar-benar kehilangan nafsu makan). >:)
Cute