Senin, 26 Desember 2011

The Compilation

Selamat pagi sahabat Blogger semuanya, maaf ya akhir-akhir ini saya jarang banget wara-wiri ke blognya teman-teman semua. Yah, sahabat semua maklumlah, saya akhirnya memiliki kesibukan yang betul-betul menyita waktu saya lima hari dalam satu minggu, untuuung aja hari ini masih cuti bersama, saya akan balas dendam untuk beberapa hari ini yang membuat saya gak sempat blogging.

Tapi sebelumnya saya mau cerita juga tentang seorang anak yang sering saya ceritakan dalam blog ini, kalau sahabat masih ingat namanya adalah Kyo. Dia sudah beberapa kali muncul di tulisan-tulisan saya, tapi kali ini saya hanya akan menceritakan keadaan Kyo yang akhir-akhir ini sangat membuatnya bingung. Dia berada dalam satu kondisi dimana kebiasaan yang ada betul-betul sulit untuk difahaminya dan sangat berbeda dengan latar belakang pendidikannya. Dunia kerja yang baru dimasukinya tersebut sangat memerlukan Kyo untuk belajar dari awal. Lingkungan yang benar-benar under pressure juga baru dialaminya saat ini, tapi itulah Kyo, tetap ada satu hal yang mambuat saya kagum. Dia punya prinsip "tidak ada yang tidak bisa dihajar di dunia ini, hanya dengan bantuan Allah semua beres, jadi hajar terus..!". Yah, dia memang percaya bakat hanya satu persen dari sebuah keberhasilan, sedangkan sisanya adalah usaha. Hmm, lalu ada beberapa hal yang ironis manurut Kyo selama dia masuk lingkungan ini:
1. Sekarang kemana-mana Kyo bawa kalkulator, kayak tukang cabe.
2. Ada juga manusia yang ngupil saat briefing pagi, hal itu betul-betul merusak konsentrasi Kyo.
3. Gak bisa lepas dan harus bergaya kalem dengan pakaian yang rapi. (gak banget)

Wah, itulah tadi sedikit cerita tentang Kyo, semoga dia kerasan, haha. Hmm, sebetulnya tujuan utama dari postingan ini adalah saya dan Mbak Syam mau perlihatkan kompilasi foto-foto kita. Dan sbelumnya saya juga mau minta maaf juga sama dia karena saya udah jarang mampir (padahal malah kemarin kita ada rencana tukeran oleh-oleh khas daerah). Kompilasi ini tidak bertujuan sedikitpun untuk sebuah kompetisi, karena kita sepakat seni itu gak bisa dinilai, cukup dinikmati. Lagian ya saya kalah jauh kalo dibandingkan jepretannya dia. Ini hanya beberapa foto dari tahun 2009 sampai 2011 yang mempunyai makna buat kita, gak lebih. Ada beberapa kategori, dan maaf kalau hasilnya jelek dan merusak penglihatan sahabat-sahabat semua, hehe.

1. Kategori Landscape




















Matahari Terbit Dari Lamno (2009)
Gambar diatas adalah gambar matahari terbit yang saya ambil di Lamno, Nanggroe Aceh Darussalam. Tempat ini sangat indah menurut saya, tidak banyak orang yang mengetahui keindahannya. Ah, entah kapan bisa kembali ke kota itu.




















Toba View (2011)
Saya menyukai danau Toba, danau yang menjadi kebanggan suku Batak dan Indonesia tentunya. Airnya tenang, biru ditambah hembusan angin pegunungan. Gambar ini diambil waktu saya dan Mas Kribo pertama kalinya touring kesana pakai sepeda motor dari Medan.




















From Sidamanik With Tea (2011)
Ah, gak perlu penjelasan lebih banyak, saya suka ketenangan di tempat ini.


2. Kategori Black & White




















Masih Saja Delman (2010)
"Kadang kita terlalu berteori tentang hidup, padahal sesungguhnya sebuah pencapaian tidaklah terlalu penting. Bagaimana kau mencintai sebuah proses yang membesarkanmu karena ada cinta di dalamnya.." -Mr. X




















Abang Ipar yang Merangkap Guru Fotografi (2011)
Hehe, lucu ya judulnya. Gambar diatas sedikit dengan sentuhan HDR hanya untuk menghargai Bang Iin (sapaan akrab) yang sudah banyak mengajari saya.


The Old Man Standing (2011)
Kemarin itu saya sempat ikutan komunitas fotografer Toba. Dan ini oleh-oleh dari Istana Maimoon, Medan.


















3. Kategori Human Photography






















Where's My Mom..? (2010)
Gambar diatas adalah gambar potret yang saya sukai. Ini zamannya saya lagi suka banget hunting waktu masih kuliah. Lokasinya di pinggiran kota Medan.















Singkarak Fisherman (2010)
Danau singkarak adalah saksi perjalanan saya dan Mas Kribo melakukan sebuah petualangan gila dengan nama Systematic Chaos Backpacker: Perjalanan Sepuluh Hari, 7 Kota, Dengan Biaya 300 Ribu..!



















Pipit Wedding (2009)
Belajar jadi fotografer komersil juga lho.


4. Kategori Close Up / Macro



















Butiran Cinta (2010)
Banyak hal kecil yang sering kita tidak pedulikan, padahal kadang didalamnya kita menemukan keindahan, hasil dari Pencipta Yang Maha Indah, Allah.




















The Green Bridge (2011)
Waktu lagi hunting foto-foto makro, eh ada kumbang kecil yang pengen difoto, hehe. Kok hewan bisa narsis juga ya. Hmm, sedikit tips dari saya, kalau mau foto serangga, waktu yang cukup tepat adalah sore hari, karena serangga tidak terlalu agresif geraknya.




















Pagi Sunyi (2010)
Gambar capung pertama saya yang saya unggah ke FN. Hehe, dulu saya emang belajarnya dari Close Up, suka aja terkadang melihat hal-hal yang jarang terekspose.

Yah. itulah tadi kompilasi tak seberapa dari saya. Sebelumnya saya sudah minta maaf kan? kalau hasilnya jelek, hehe. Hobi untuk mengabadikan peristiwa-peristiwa yang mengiringi hidup saya memang saya rasa sangat mengasikkan. Sebetulnya postingan ini akan dilanjutkan oleh Mbak Syam besoknya. Yah, sudah pasti guru saya itu punya gambar-gambar yang jauh diatas standar saya, hehe. Kita juga awalnya temenan dari blog ya karena sama-sama suka fotografi. Tapi buat sahabat-sahabat yang ingin membuat kompilasi yang sama boleh juga dong, hehe.

Oke, baiklah kalau begitu, selamat menjalani hari-hari dengan semangat ya..! Salam Jepret..!

Jumat, 16 Desember 2011

Resmi Penempatan

Assalamualaikum sahabat semuanya, maaf ya akhir-akhir ini saya tidak pernah berkunjung dan jarang update postingan. Maklum, ada beberapa kesibukan yang sudah menyita waktu saya, tapi kali ini saya akan ceritakan semuanya mengapa selama ini saya hiatus.

Jadi, beberapa minggu belakangan ini, saya mengikuti serangkaian kegiatan test yang diadakan sebuah bank swasta yang alhamdulillah saya berhasil lulus dan diterima sebagai karyawan. Dua minggu yang lalu adalah tes terakhir berupa Fit and Proper test dan senin kemarin saya sudah menjalani training. Tadi pagi kami menerima keputusan langsung dari direksi pusat tentang penempatan, dan alhamdulillah lagi-lagi saya ditempatkan tidak jauh dari kampung halaman saya.

Wilayah penempatan kerja saya adalah kota Aek Nabara, sekitar 20 Km dari rumah saya di Rantauprapat. Cukup jauh sih, karena saya menggunakan sepeda motor untuk bepergian. Tapi saya sangat bersyukur, lagi-lagi Allah mengabulkan doa saya agar diberikan pekerjaan yang lebih baik. Saat dikabarin oleh bagian HRD bank ini juga saya sempat kaget, soalnya saya sebetulnya udah lama banget ikutin test tahap pertama, sekitar bulan Oktober, dan mereka bilang saat itu kandidat yang berhasil akan dihubungi via telepon untuk tes selanjutnya paling lama 2 minggu setelah tes pertama. Waktu terus berganti, lewat dari 2 minggu, hingga masuk bulan November saya tidak juga mendapat panggilan. Saya sudah ikhlas saja, soalnya disamping itu saya juga sambilan jadi dosen pengganti di sebuah universitas di kampung saya. Padahal kemarin pihak kampus tempat saya mengajar ada kabar kalau sekitar bulan Januari akhir atau Februari ada pengangkatan dosen-dosen tambahan. Tapi, karena sekarang saya udah resmi diterima disini, lewat deh yang itu, hehe.

Hari senin ini akan menjadi hari pertama saya bekerja di cabang Aek Nabara ini, belum terlalu kenal lingkungannya, semoga saja semuanya berjalan lancar. Setelah tahun baru nanti sekitar pertengahan Januari saya juga ada presentasi di depan para Up Liner (semoga nanti mereka terpukau, hehe). Yah, jadi sahabat-sahabat udah pada maklum kan, kenapa saya jarang wara-wiri lagi. Tapi, 2 hari yang senggang ini akan saya manfaatkan untuk membayar utang saya itu, hehe.

Doakan saya hari senin nanti ya, hari pertama soalnya..! Selamat siaaang..!

O ya, saya buat tantangan untuk Mbak Syam yang intinya kita mau share kompilasi foto-foto kita dari tahun 2009-2011, saya dapet giliran tanggal 26 dan Mbak Syam tanggal 27. Get ready Mbak..!

Minggu, 11 Desember 2011

Antara El-Clasico dan Chicken Trial Game

Sebelumnya, saya mau mengucapkan alhamdulillah karena akhirnya saya bisa aktif ngeblog lagi, hehe. Memang rasanya akhir-akhir ini adalah minggu-minggu paling dahsyat dalam hidup saya, ada banyak nikmat Allah yang saya terima, mulai dari yang saya senangi hingga yang berupa musibah yang tetap saja saya anggap sebagai nikmatNya, hanya saja bentuknya tidak saya sukai. Mengapa bisa tidak suka? yah, apabila dijawab secara umum, tidak akan ada orang menyukai musibah, tapi jika difikir-fikir lagi, saya bukannya tidak suka, hanya saja saya lambat untuk mengetahui apa hikmah yang ada dibalik nikmat itu. Setelah dicari tahu dan selalu mengambil kesimpulan dari sisi yang baik, alhamdulillah, itu hanya sebuah pelajaran yang tak lain membuat saya semakin kuat.

(tiba-tiba terdengar suara gemuruh, berisik, menggelegar dari sumber tak jelas, ada juga yang berteriak: kuatkan volumenya..!, ternyata kebisingan itu berasal dari sebuah perangkat audio tegangan tinggi sedang memutar: Tengkorak - Disguisting Agenda..!) hehe..

Yah, kok malah ngalor ngidul nih tulisan. Hmm, sepertinya untuk kali ini saya memang kehabisan ide buat nulis, mungkin karena agak lama hiatus seperti kata Mbak Syam. Wah, maaf ya mbak, saya malu nge-share pengalaman wisuda itu (walaupun sebagian besar waktu pada saat itu dimanfaatkan untuk narsis pake toga, ckckck). Kali ini karena ada kesempatan nulis, saya juga mau bilang maaf kepada sahabat-sahabat lain, untuk beberapa waktu lagi saya masih harus hiatus, ditambah akhir tahun ini akhirnya saya memutuskan untuk ikut kembali dalam Chicken Trial Game, seperti tahun-tahun yang lalu. Sekali lagi permainan rahasia ini tidak bisa dibeberkan untuk menjaga kepercayaan teman-teman yang lain, hehe. O iya, lalu apa hubunggannya dengan El-Clasico, pertandingan agung yang berlangsung bertahun-tahun dan tetap saja Barca keluar lagi sebagai pemenang? Yah, semoga itu adalah pertanda kali ini saya dapat memenangkan permainan ini, seperti kmenangan Barcelona >< Real Madrid dini hari tadi, yang menjadi tim favorit saya.

Hmm, sekarang saatnya saya pamit lagi untuk beberapa waktu. Maaf kalo postingannya gak jelas, dalam bulan ini saya pasti waras lagi, eh posting lagi, hehe.

Sabtu, 03 Desember 2011

28 November

Alhamdulillah. Sekali lagi nikmat Allah menyempurnakan hidup saya yang kian hari semakin berwarna. Sebuah awal baru yang akan saya tempuh. 28 November, atau tepatnya 5 hari yang lalu upacara pelantikan sarjana periode 1 kampus saya dimulai. Yah, seperti yang yang pernah saya ceritakan sama sahabat-sahabat di postingan sebelumnya, saya sudah lulus sekitar 2 bulan yang lalu, seharusnya wisuda 1 bulan setelah sidang, tetapi karena ada penundaan jadi wisudanya ditunda sampai bulan November. Hmm, tak perlu difikirkan, toh itu hanya sebuah upacara prosesi pelantikan yang saya rasa hanya sebuah formalitas saja. Terlebih di kampus saya, ijazah hanya bisa dikeluarkan apabila sudah mengikuti upacara wisuda. Yah, kalau diingat-ingat senang juga sih, apalagi kemarin itu saya melihat ekspresi ibu saya yang belum pernah saya lihat sebelumnya, saya yakin beliau begitu juga saat abang-abang dan kakak saya melalui ini. Well, i just want to make you proud Mom.. :)

Kribo And The Jumbo Club
Beberapa orang mungkin menganggap hal ini adalah hari yang sangat mengharukan dalam hidupnya, yah, bagaimanapun saya memaknai hal ini,  tetap saja saya menganggap ini adalah sebuah awal yang baru. Semoga secepatnya mendapatkan pekerjaan (atau malah buka lapangan pekerjaan, aamiin) yang lebih baik, hehe. Pada momen kemarin itu, teman-teman saya juga datang untuk memberikan ucapan selamat, mulai dari teman-teman kampus yang datang di saat saya begitu keluar dari Auditorium, tapi sayangnya gak sempat foto-foto bareng karena beberapa keluarga sudah menunggu dirumah saya. Teman-teman masa SMA saya juga hadir, malah Mas Kribo datang jauh-jauh dari Rantauprapat 2 hari sebelumnya (janji deh, ntar kalo elu yang wisuda gw bela-belain datang, hehe). Hanya buat sedikit acara sukuran kecil-kecilan di kontrakan saya, sianganya teman-teman kuliah berdatangan (mereka tetap aja seru, gak pernah berubah, mantep!), sorenya teman-teman SMA pada ngumpul, maklum pada punya kesibukan sendiri. Baru selepas magrib keluarga yang tinggal di Medan datang memberikan ucapan selamat. Thank you all..!

"Ada begitu banyak kebetulan, sehingga aku tak percaya lagi dengan kebetulan, yang sangat membuatku bingung adalah tentang seorang penulis buku yang memiliki nama dan profesi sama dengan uwakku yang sudah sebulan lebih meninggal. Ada begitu banyak keajaiban, sehingga aku tak merasa lagi keajaiban itu datang sesekali melainkan setiap hariku dibanjiri keajaiban seketika aku bersyukur. Allah, berikanlah kami taubat.." -Kyo

Minggu, 20 November 2011

Biar Foto Yang Bicara (bag. 4)


Bike In BW
iso: 800
f: 5,6
flash: soft

Sebetulnya bukan dalam rangka pengen foto-foto sih, cuma kebetulan si bapak pengendara sepeda tersebut lewat saat saya dan teman-teman lagi ngopi bareng di cafe langganan kita. Kegiatan yang paling menyenangkan setelah sedikit lelah dengan beberapa urusan ya ngopi sore-sore. Yang lain pada mesen kopi olahan semua: caffe latte lah, machiato lah, saya tetap dengan kopi original favorit, Sidikalang Coffee, it's the best flavour of Indonesian Coffee lho..!. Postingan ini masih merupakan lanjutan dari postingan dengan judul yang sama, hanya saja sudah sampai pada bagian 4. Semoga masih bisa posting foto-foto lagi, karena akhir-akhir ini juga sudah tidak pernah hunting. Hmm, buat sahabat-sahabat, salam jepret..!

Rabu, 16 November 2011

The Stereotype

Wah, udah agak lama juga saya gak blogging nih. Maklum, ada beberapa kesibukan di kampung halaman yang harus saya lakukan menunggu wisuda (uhuy deh, hehe). Anyway, pastinya setiap diri dari kita selalu mengalami hal-hal baru yang kita temui di lingkungan kita, baik itu lingkungan lama atau lingkungan yang baru kita kenali. Ada beberapa orang yang cepat melakukan adaptasi dan ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dapat berbaur dengan lingkingan yang baru. Kalau saya sendiri sih bingung, tergolong cepat beradaptasi atau lambat karena menurut saya tidak ada standar pasti mengenai teknik berkomunikasi dengan orang-orang tertentu. Misalnya, di sebuah instansi pendidikan yang di dalamnya terdapat dosen-dosen pengajar, biasanya pembahasan hanya seputar jadwal masuk dan pembahasan materi yang akan dibawakan. Beda lagi di sebuah perusahaan yang di dalamnya terdapat proyek-proyek deadline, pembahasan biasanya seputar waktu yang udah mepet dan uang masuk ini itu. Dalam proses adaptasi tersebut, terkadang juga terdapat semacam perselisihan yang harus disikapi dengan bijak.

Hmm, pembahsan jadi kemana-mana nih, hehe, mungkin karena saya juga merasakan bagaimana mulai beradaptasi dengan lingkungan baru kali ya?. Sebetulnya ada sedikit permasalahan yang membuat saya akhir-akhir ini agak risih. Padahal biasanya saya tergolong tidak peduli dengan masalah-masalah seperti ini. Entah kenapa sesekali ada prasangka yang tidak baik kepada beberapa orang. Hal tersebut juga karena ada beberapa indikasi yang mengarahkan mereka seperti yang saya fikirkan. Huh, entahlah, tapi untuk apa saya memepermasalahkan hal tersebut, toh itu bukan urusan saya. Tapi tetap saja ada perasaan tidak enak. Kemarin diskusi dengan abang saya, dia hanya sedikit tertawa dan bilang saya harus maklum. Katanya saya yang terlalu idealis, semuanya harus sesuai prosedur, padahal, kenyataannya dalam lapangan, harus ada negosiasi tersembunyi demi kelancaran. Kamu masih seger, baru keluar dari kampus, nanti juga kamu ngerti, begitu katanya.

Ah, entahlah, saya juga gak mau lama-lama mikirin hal tersebut. Semoga hanya sebuah prasangka yang terlintas. Apakah sahabat-sahabat juga pernah merasakan hal serupa?. Apapun itu, semoga kita selalu dalam lindungan Allah, dijauhkan dari prasangka-prasangka yang tidak baik.

Senin, 07 November 2011

River

Nani mo ka mo umaku yukanai modokashisa ni
Aseru kimochi wo osaete
Hagayusa to iradatashisa ni kokoro midare
Kakaekonda hiza kozou

Kuyashisa wo koraete namida ni furuete

Naita yoru ga akeru

Sou

Tashika ni kimi no iu toori da yo
Ima nara hikikaeseru keredomo
Tsumaranai iji wo haritsuduketeru
Arukihajimeta ijou akiramenai

Mou ichido kono te ni chansu wo..


Subete kono mune no naka ni shimatte okou

Yume ga kanau made..

Yarusenai hakanasa ni mi wo yudaneru hodo

Sonna ayaui jidai ni
Agaitemo te no todokanai kishi wo mezashi
Muga muchuu de oyoida

Nagare ni sakarau koe mo agerarenai

Yukitomari no basho de

Sou

Ai ga subete tasukeru to wa
Omowanai dakedo kimi no hohoemi
Kokoro wo iyasu sono kuchibiru ni
Tachiagaru yuuki wo morau no sa

Mou ichido kono te ni chansu wo..


Kawa no nagare wa kyou mo hageshii keredo

Kimi no te wa hanasanai
Itsumo kono mune no naka no ai wo shinjiteiyou
Yume ga kanau made..

Sou

Ai ga subete wo tasukeru to wa
Omowanai dakedo kimi no hohoemi
Kokoro wo iyasu sono kuchibiru ni
Tachiagaru yuuki wo morau no sa

Tashika ni kimi no iu toori da yo

Ima nara hikikaeseru keredomo
Tsumaranai iji wo haritsuduketeru
Arukihajimeta ijou akiramenai

Mou ichido kono te ni chansu wo..


Kawa no nagare wa kyou mo hageshii keredo

Kimi no te wa hanasanai
Itsumo kono mune no naka no ai wo shinjiteiyou
Yume ga kanau made..

Selasa, 01 November 2011

Kyo Daily Notes 03

Waktu memang mengajarkan banyak hal, dari mulai kejadian-kejadian yang mengiringinya sampai pada proses yang terkadang sering disebut sebagai penyesalan. Banyak orang telah menyia-nyiakan waktu, padahal sedetikpun dari waktu yang telah diberikan kepada kita tidak akan pernah datang kembali. Dalam beberapa kajian ilmiah mengatakan bahwa waktu adalah persepsi yang kita bentuk sendiri untuk memberikan skala (nilai) terhadap runtutan proses yang didalamnya terdapat banyak kemungkinan yang bersifat abstrak. Keputusan yang kita ambil saat ini, akan mempunyai dampak yang mempengaruhi kedaan kita disaat yang akan datang, oleh sebab itu Allah memberikan kita akal yang dengan itu kita dapat menggunkannya dengan baik sehingga menghasilkan keputusan yang dibarengi dengan logika yang matang.

Setidaknya, itulah pelajaran yang berhasil diambil Kyo. Ya, Kyo yang telah resign dari perusahaan teman abangnya tersebut kini telah melewati masa-masa yang sangat dilematis. Setelah beberapa hari yang lalu Kyo disodorkan Opening Letter oleh perusahaan yang baru mewawancarainya kemarin lalu membawanya ke rumah untuk memepelajarinya dan mendiskusikan isi surat tersebut dengan saudara-saudaranya. Awalnya, Kyo sangat bersemangat dan menyetujui surat yang berisi kesepakatan dan kontrak tersebut. Ternyata, tidak hanya sebuah keraguan yang pada awalnya hanya terfikirkan oleh Kyo, tetapi memang beberapa poin dari surat tersebut tidak sesuai dengan kemauannya begitu juga saran dari saudara-saudaranya. Kalau Kyo menyetujuinya, keterikatan tersebut kurang menguntungkan dari beberapa hal. Oleh sebeb itu, setelah perundingan dan pembahasan, Kyo memutuskan untuk membatalkan menandatanganinya. Kembali ke rencana awal, sambil mengembangkan diri, sekali lagi Kyo harus bersabar untuk mendapatkan ijazahnya. Waktu telah mengajarkan banyak hal untuk Kyo, dan dia yakin tidak akan pernah menyesal membatalkan menandatangani surat tersebut.

Hari ini sangat cerah, rugi sekali rasanya kalau tidak dinikmati. Begitu bathin Kyo dalam hati, sambil mengeluarkan sepedanya dan membawa kamera, Kyo pergi menikmati indahnya sore itu.

"ah, terima kasih semuanya, ternyata saya hanya kurang bersyukur.."

Kamis, 20 Oktober 2011

Lupa Kembalikan

Astaghfirullahaladziiim. Tadi menjelang siang tiba-tiba Marco menelepon saya dan marah-marah. Terkejut, saya benar-benar terkejut, sosok yang biasanya kalem dan pendiam itu tiba-tiba bicara dengan spontan kepada saya. Hal yang membuat Marco begitu panik adalah karena saya belum mengembalikan buku-buku yang saya pinjam melalui dia di perpustakaan jurusannya. Marco, jika sahabat-sahabat masih ingat, dia adalah anggota The Mahmuders yang paling pendiam, anggota yang lain sering tak mengerti apa yang sedang difikirkan olehnya, tapi diluar semua itu, Marco juga sosok yang paling santun daripada yang lain dan sangat baik hati (saya berkata jujur, bukan karena dia telah meminjamkan buku kepada saya, hehe). Marco adalah mahasiswa tingkat akhir fakultas Teknik, satu universitas dengan saya dulu. Jadi, Marco yang akan melakukan sidang sarjana senin depan harus mengembalikan semua buku yang dipinjam di perpustakaan pusat kampus maupun jurusan. Dan yang lebih parahnya lagi, saya sudah meminjam buku itu lebih dari 3 bulan (dan saya harus membayar dendanya juga, hiks). Tapi tak apa lah, ilmu yang saya dapatkan tak bisa dibandingkan dengan denda yang harus saya bayar, sepenuhnya ini salah saya dan juga Marco yang lupa. Jadi, istirahat siang tadi saya manfaatkan untuk pulang ke rumah, mencari buku-buku serta jurnal yang saya pinjam, lalu bergegas ke fakultas Teknik memberikan buku-buku dan jurnal-jurnal tersebut serta uang denda, sambil membujuk-bujuk Marco agar tidak marah. Alhamdulillah semua sudah beres. Saya sempat berfikir mungkin ini karena saya sudah tidak pernah lagi berkumpul sama The Mahmuders dalam pengajian atau sekedar nongkrong, ya Allah, jangan putuskan silaturahmi diantara kami.

Rencana Resign

Sebetulnya saya merasa belum pantas menuliskan ini, tapi mungkin setelah menuliskannya saya bisa agak tenang. Sejujurnya, saya tidak mendapatkan masalah apapun dengan pekerjaan saya sekarang, hanya saja saya berfikir untuk bekerja pada bidang dan jurusan saya juga selalu terngiang dengan nasehat abang saya yang mengingatkan agar saya jangan dulu mencari uang, fokus saja untuk menambah pengalaman terlebih dahulu. Tadi saya juga diberitahu tawaran magang di perusahaan telekomunikasi dan perusahaan perbankan di kampung saya. Sempat berfikir, kalau magang kan tidak digaji ya, jadinya gimana nanti. Yah, mungkin hal itu masih bisa ditutupi dengan gaji yang akan saya terima akhir bulan nanti yang akan dimanfaatkan untuk biaya hidup bulan berikutnya. Soal itu, abang saya meyakinkan agar saya tidak perlu khawatir, karena magangnya di kampung halaman saya, Rantauprapat, jadi saya tinggal di rumah sendiri. Weleh, saya masih sangat bingung, sekarang berada pada posisi harus memilih yang masing-masing memiliki konsekuensi yang berbeda. Di satu sisi sekarang saya sudah bisa hidup mandiri walaupun hanya tergolong cukup, di sisi yang lain tawaran tersebut adalah sebuah kesempatan besar bagi saya. Saya juga cenderung berfikir untuk mengembangkan diri terlebih dahulu dan menambah pengalaman. Waktu saya hanya sampai akhir bulan, tetap bekerja atau resign karena kesempatan ini. Ya Allah, bimbinglah hamba untuk mendapatkan ilmu dan dimudahkan untuk memilih. Sahabat juga bantu saya doa ya, agar saya dapat menentukan pilihan akhir bulan ini.

Senin, 17 Oktober 2011

From Sidamanik With Tea

Kebun Teh Sidamanik
Sahabat Blogger semuanya, apa kabar? Wah, akhir-akhir ini saya mulai jarang posting nih ya. Baiklah, kali ini saya akan cerita tentang pengalaman saya hari Sabtu kemarin. Jadi ceritanya begini, saya yang biasanya hanya berada pada bagian Junior Art Production kemarin dengerin uneg-unegnya si Bos kalau dia mau buat pengadaan internet untuk skala kantor kecil. Yah, saya disuruh menentukan inventaris dari mulai Access Point, konfigurasi Mikrotik dan beberapa pengaturan jaringan lainnya. Yang bikin pusing itu karena biaya yang dikatakan sama saya tergolong kecil, maklumlah. Kalau pakai idealisme saya sih, itu semua gak bakalan terpenuhi, jadinya saya minta informasi kepada beberapa teman kampus saya dulu dari mulai peralatan yang murah meriah sampai tempat beli yang oke. 

Singkat cerita, hari ini tempat ini sudah full connection dan gak seperti kemarin lagi, masa para karyawannya pada bawa modem sendiri, haha. Sepertinya si Bos puas dengan kerja yang gak murni saya sendiri itu. Jadi, hari Sabtu kemarin saya diajak ikutan sama Mas Iyan buat ngenterin draft pra-desain perumahan kecil proyeknya Mas Ren. Katanya begini, Yud, ikut yuk ke Siantar, ada duit jalannya lho. Denger duit eh, ke Siantar, saya langsung mau dong, hehe. Kemarin itu saya tinggalin Mas Iyan bicara beberapa hal yang membosankan dengan kontraktornya dan saya pergi jalan-jalan kota dengan jalan kaki, ya, saya memang paling hobi jalan kaki karena gak ada ongkos buat naik angkot, saya mengunjungi kebun binatang, makan mie di alun-alun kota dan tak lupa pesanan abang saya: roti ganda.

Setelah Mas Iyan selesai dengan urusannya sekitar setelah Ashar, saya ditelepon buat balik. Rasanya terlalu singkat jalan-jalannya, makanya saya ajak Mas Iyan jalan ke Kebun Teh Sidamanik yang gak jauh dari Siantar, cuma sekitar setengah sampai satu jam. Sampai di lokasi, sudah agak sore, cahaya kurang buat foto-foto. Udara di daerah sini sejuk, masih belum terpolusi ditambah dengan suasana pedesaan yang sangat saya sukai. Saya juga tahu tempat ini dari teman-teman kampus saya yang hobi bertualang, hehe. Kalau buat mereka sih ini udah gak menarik lagi, tapi buat saya yang baru pertama, ini menakjubkan..! Rasanya tempat ini sangat tenang, rasanya jadi kepingin balik lagi nanti.

Kalau tau bakalan kesini, pasti bawa kamera, kata Mas Iyan. Puas foto-foto, dan hari semakin gelap, rasanya juga kalau lama-lama jadi bosan, akhirnya kami pulang, saya disuruh nyetir sama Mas Iyan, dengan beribu alasan saya jawab saya gak berani nyetir jauh-jauh begini, apalagi sudah malam, hehe.

Ups, saya diliatin lagi online (mentang-mentang udah connect, hehe). Baiklah, kalau begitu salam jepret buat sahabat Blogger semuanya..!

Jumat, 07 Oktober 2011

Sibuk Sedikit

Wuaaah.. Sudah berhari-hari gak blogging, gak BW kemana-mana. Ternyata blog saya masih sehat-sehat saja. O iya, sebelumnya mau minta maaf kepada semua sahabat-sahabat blogger, kalau akhir-akhir ini saya gak pernah wara-wiri lagi. Hmm, ada sedikit rutinitas baru tetapi bukan hal yang benar-benar baru. Setelah lulus kemarin, saya kembali bekerja sama Mas Ren. Hanya saja untuk tanggung jawab yang sedikit lebih berat dibanding dulu yang hanya seorang part-timer. Saya juga sedang mencoba untuk mencari pekerjaan baru yang lebih baik, tapi apa mau dikata, sangat sedikit perusahaan yang menginginkan fresh graduate tanpa ijazah dan transkrip seperti saya (hanya diberi SKTL). Ya, itulah anehnya di bekas kampus saya ini, ijazah dan transkrip nilai hanya bisa keluar setelah wisuda. Dan satu kabar lagi, wisuda diundur sampai satu bulan, yaitu sekitar tanggal 20an bulan November. Yah, mau gimana lagi, terus-terusan mengeluh juga dapat melemahkan iman dan menjauhkan kita dari rasa syukur. Untuk itu, saya jalani saja dulu di sini, tetapi juga tetap mencoba mencari pekerjaan yang lebih baik. InsyaAllah..

"berfikirlah dalam skala industri.." -Die (suka senyum-senyum sendiri kalau ingat kata-kata ini, hehe)

Jumat, 30 September 2011

The Master Piece

Tak banyak yang bisa kuceritakan tentang ini,
Yang jelas, beberapa waktu yang lalu kami selalu bercinta, ditemani secangkir kopi..
Beberapa bertanya heran kepadaku: apa? kau pacaran dengan skripsi?
Aku tersipu, tapi kujawab: begitulah..


Rasanya 9 bulan itu cepat sekali,
Aku ingat pertama kali "menemukanmu" saat Ai, adikku, ingin meminjam buku Matematika..
Sebelum memberikannya, kuperiksa halamannya, entah kenapa mataku tertuju pada gambar-gambar aneh..
Ternyata itu adalah gambaran dari gelombang-gelombang spektral yang saat itu sangat kabur di fikiranku,
Semakin penasaran, aku jadi bingung..
Tiba-tiba kukatakan: Kakak gak jadi pinjemin buku ini ke kamu Ai, urus saja urusanmu..
Ai pulang dengan membawa heran..


Ternyata kau tak sesederhana yang kukira,
Perlu perdebatan panjang untuk mencari tahu tentang apa dan bagaimana..
Lalu Allah menunjuk dua orang yang sangat tepat untuk membimbingku mencari tahu tentangmu: Mr. Jack dan Mrs. Hello Kitty,
Tak kubiarkan mereka bernafas, bahkan dalam satu hari aku dapat bertemu mereka dua kali untuk berdebat lagi, dan anehnya mereka tak pernah marah..


Kini, tempatku belajar saat ini telah membebaskanku dari kegiatan pendidikan,
Pembuatanmu juga dikukuhkan, demi mencapai syaratku..
Kini kisah itu telah menjadi salah satu bagian paling indah dalam hidupku,
Dan sekarang, aku yakin, Allah telah mempersiapkanku untuk Master Piece lain yang seharusnya lebih baik..
Apapun itu, semuanya membuatku semakin sadar hidup ini sangat indah,
Dengan semua kekuatan yang dititipkan kepadaku untuk tidak pernah melihat ke belakang,
Sekalipun tak akan pernah..


Aku hanya bisa bersyukur..

Rabu, 28 September 2011

Thanks To Allah, For The Last Battle

Alhamdulillahirobbilalamin. Subhanallah, sidang saya telah selesai. Saya tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaan saya saat ini. Senang, bercampur kaget, gak yakin, senang lagi, kaget lagi, haha. Akhirnya, sidang sarjana telah berhasil saya lalui, dan lagi-lagi dengan hasil yang sangat diluar dugaan saya, hehe. Ini adalah salah satu pertarungan terbesar dalam hidup saya, saat-saat dimana saya memepertanggung jawabkan pendidikan yang telah saya serap.

Sidang dimulai pagi jam 08.30, dan saya telah berada di kampus sejak pukul 07.30. Satu hal yang sangat saya banggakan dari teman-teman saya, mereka semua sangat peduli dengan acara ini. Mereka telah mempersiapkan hal-hal teknis seperti konsumsi dan bahkan menuliskan daftar-daftar untuk keperluan penilaian karena malamnya saya lupa mengisinya, maklum, bawaan lulus, hehe. Kerjasama yang solid juga terjadi dari pihak tata usaha yang sangat koordinatif, hingga akhirnya acara dimulai pada pukul 08.30. Sidang yang dibuka oleh ketua program studi dengan beberapa kata sambutan dan pernyataan resmi itu, awalnya membuat saya sedikit grogi. Tapi, lagi-lagi Allah tak pernah meninggalkan saya, bahkan disaat saya tak mengingatNya. Saya sempatkan shalawat dengan berbisik, lalu anehnya, semua rasa grogi itu hilang, hati saya rasanya jadi lempang. Teman saya Iin juga pernah mengajarkan saya doa yang dilafalkan Nabi Musa agar lisan lebih lancar dalam menyampaikan kebaikan.

Lagi Main Game Sama Erlin, hehe..
Sidang dihadiri oleh Duet Maut pasangan dosen paling hebat sedunia versi saya, siapa lagi kalau bukan Mr. Jack dan Mrs. Hello Kitty. Tapi, kali ini mereka hadir bukan sebagai pembimbing, melainkan sebagai tim penguji. Sidang berjalan lancar, dimulai dengan pertanyaan yang sangat mendetail tentang penelitian yang saya sudah kerjakan. Sempat juga terjadi adu argumen dengan ketua penguji, kami sempat berdebat tentang signal processing, yang menurutnya adalah fungsi trigonometri tingkat teknik. Sementara saya berkeras bahwa itu adalah transformasi sederhana dari deret Fourier, sedikit pembuktian, akhirnya argumen saya dapat diakui, hehe.

Tiga orang dosen penguji saya adalah petinggi dari jurusan Matematika, sedangkan yang satunya lagi adalah dosen dengan basis Ilmu Komputer. Mungkin itu yang membuat Mr. Jack menetapkan orang-orang tersebut menjadi pembimbing dan penguji saya. Semenjak semester 2 kuliah, saya sangat menyenangi pelajaran Kalkulus, dan yang anehnya pelajaran tersebut adalah salah satu mata kuliah saya dengan nilai terburuk, hehe. Tapi yah justru itu tantangannya, apalagi semenjak akhir-akhir ini, saya mempunyai seorang pembimbing ke-5 yaitu Romy Elamco. Kalau saya tergila-gila dengan Kalkulus dan Trigonometri, maka Romy adalah rajanya Aljabar Linear. Ketangguhan logical programmingnya ampun deh, dan dia sangat banyak membantu penyelesaian skripsi saya. Yah, setelah beberapa penjelasan dan pembuktian teori yang berlangsung cukup menegangkan, akhirnya sidang dihentikan, saya disuruh keluar dari ruangan, lalu mereka membahas hasil sidang tadi, sekitar setengah jam, saya dipanggil masuk lagi, dan akhirnya saat yang ditunggu-tunggu. Hasil yang sangat diluar dugaan saya itu dibacakan dihadapan saya sambil berdiri dihadapan para dewan sidang. Mendengar hal yang sangat menakjubkan itu, lutut saya gemetaran, perut saya bergejolak, aah, kaget sekali rasanya, seperti terbang diatas kebun bunga, melayang-layang, haha.. lebay.

Setelah itu, sidang ditutup dan beberapa nasihat disampaikan kepada saya. Jujur, saat itu rasanya air mata saya mau keluar, sangat aneh, padahal saat itu sangat membahagiakan buat saya. Setelah itu, teman-teman menyambut di luar dengan riang, wah, wah, wah.. seperti mereka saja yang baru lulus sidang. Beberapa sesi foto narsis pun dimulai, haha. Setelah itu, kami keluar cari makan, sudah lapar karena kebanyakan ketawa-ketawa dan bergaya narsis. Hmm, ternyata udah panjang saya nulisnya yaa..! Haha. Hari ini sangat membahagiakan, walaupun ini adalah The Last Battle, tapi ini adalah sebuah awal untuk satu petualangan hidup yang lebih menakjubkan lagi. O iya, terima kasih banyak juga buat semua sahabat Blogger yang udah mendoakan saya, semoga kebaikan sahabat semua dibalas oleh Allah, aamiin..!

"Allah bersama orang-orang yang berusaha keras.." -Kak Pipit

Senin, 26 September 2011

Liburan Yang Lalu


Yihaaa..! Kali ini saya mau posting tentang cerita maupun foto-foto narsis di liburan kemarin. Hmm, semua berkas menyangkut perkara sidang sarjana sudah saya bereskan, tinggal tunggu SK dan jadwal keluar dari pihak dekan fakultas. Lalu, The Last Battle akan segera berlangsung, doakan saya yaa..!. Baiklah, dimulai dari foto di atas, foto keluarga besar saya di hari lebaran pertama. Pagi-pagi sekali kita bermaaf-maafan, lalu pergi ke mesjid raya Rantauprapat buat shalat Ied. Pulangnya, kita pengen narsis-narsisan, sayangnya gak banyak studio yang buka di hari pertama itu, kebetulan rekan saya yang punya usaha studio dari etnis Tionghoa mau diajak kompromi sebentar. Akhirnya kita bela-belain deh foto bareng, walaupun hari itu sebetulnya studionya gak buka, hehe.

Narcism With Alma 
Masih ingat dengan Almahyra Kahisha Hafi? Hehe, ya, dia adalah anak bayi paling narsis yang pernah saya tau. Kemarin waktu lebaran, Alma hampir berusia 1 tahun, walaupun hanya beberapa hari lagi. Yang saya lihat, dia makin lucu, makin banyak gaya, gak tau tuh dia belajar dari siapa. Biar Alma makin ngerasa beken, saya pun melakukan sesi foto-foto narsis dengan Alma, haha.

Sehabis shalat Ied kemarin, kita semua termasuk dari adik-adiknya Papa ziarah ke makam Papa, yang kebetulan saat itu, 1 syawal bertepatan dengan 31 Agustus (di tempat saya) adalah hari meninggalnya Almarhum 3 tahun yang lalu. Sangat banyak kesedihan yang ingin saya luapkan di hadapan makamnya itu, tapi saya sudah berjanji termasuk kepadanya, untuk tidak melakukan hal yang sia-sia lagi, dan hanya akan membuktikan dan membuatnya bangga di sana dengan menyelesaikan amanah pendidikan yang diharapkannya dulu, juga menjadi penggantinya untuk selalu membahagiakan Ibu. Bukannya bersedih, saya malah makin semangat, serasa dia masih disamping saya, sambil bertanya: gimana kuliahnya Dek? lancar kan?. Selalu saya jawab: Alhamdulillah Pa, dahsyat..! sebentar lagi selesai..!

Silaturahmi ke rumah saudara-saudaranya Papa dan Ibu saya selesai sampai sekitar hari ke-3. Ada juga sih yang tidak dikunjungi karena mereka pergi ke luar kota. Jadi pada hari keempat, kakak megajak kami liburan ke Medan. Kalau saya sih kurang setuju, di Medan mau lihat apa coba? paling banter Berastagi, tapi karena saat itu saya lihat Ibu cukup bersemangat, saya akhirnya setuju. Ibu bertanya: kemarin kamu pernah cerita tentang Tongging, nanti kita kesana ya, tapi kamu yang nyetir, maklum, abangmu (maksudnya suami kakak) kan gak biasa daerah sini. Akhirnya kita wisata ke Air Terjun Sipiso-piso dan desa Tongging. Yang anehnya, mereka terlihat sangat takjub dengan keindahannya, saya sih biasa saja, kan udah pernah, hehe.

Yah, sampainya di sana, udara cukup cerah walaupun cuaca di sana dingin. Tapi cukup menyenangkanlah, lalu masuk lagi ke sesi foto-foto narsis. Akhirnya saya tau, darimana Alma mendapat penyakit narsisnya, ternyata datang dari Bundanya sendiri. Sebaiknya hal itu jangan ditiru, karena itu dapat meracuni generasi selanjutnya walaupun narsis itu bukan kriminalitas, haha.
Saat itu, yang biasanya aja malu kalo difoto, eh jadi ikutan narsis. Ayahnya Alma emang jago foto, tapi jangan harap dia mau difoto, haha.
Kalau saya mah, narsis abis, buakakak..! Walaupun dengan gaya yang tak seberapa dan terkesan mati gaya, gak pake malu deh..!
Sebenarnya, dari dulu sewaktu Alma lahir, saya punya sebuah obsesi untuk menjadikan Alma drummer death metal. Soalnya waktu dia baru lahir, teriakan nangisnya kenceng banget, semua tetangga sampai terbangun. Itu kan ciri khas growl death Metal sekali ya. Tapi, entah kenapa semakin bertambah umurnya, dia semakin banyak gaya, mana pantes jadi drummer death metal lagi. Walaupun, sebelum pulang ke Rantauprapat, saya sempat mau beli drum set kecil yang buat anak-anak itu, tapi gak jadi. Ini nih, salah satu pose banyak gayanya Alma.

Narcism On Klang Beach With Surya
Kalau yang ini, cerita kemarin siang, bukan lebaran. Jadi, Surya yang lagi liburan, pulang kampung ke Medan, dan ngajak saya bertualang. Katanya sih, dia dapat tempat baru yang di search dari google, namanya pantai Klang, daerah Kabupaten Serdang-Bedagai, Sumatera Utara. Saya bilang sama dia, kalau pantai di daerah sini gak ada yang cakep, airnya keruh semua. Tapi dia bilang yang ini beda, masih bagus, bersih dan airnya jernih, tapi masih 1 jam lagi dari pantai Cermin. Akhirnya, Minggu pagi kami berangkat dari Medan, sekitar pukul 10 dan sampai sekitar jam 12.30. Cukup lama, tapi saya puas, karena saya juga baru tau, di daerah sini masih ada pantai yang bersih kayak gini.

Saya dan Surya hobi banget sama yang namanya musik, jadi kemana-mana kita selalu bawa peralatan audio portable kita, apalagi kemarin beli headphone Sennheiser bareng, walaupun nabungnya lama, hehe. Sambil nikmatin musik, kita tidur-tiduran di pinggir pantai kayak bule, hehe.
Pengunjung pantai ini belum terlalu ramai, jadi masih enak buat melepas penat dan tak lupa, lagi-lagi narsis. 
Ternyata, akhirnya saya menyadari, bukan hanya saya yang mengidap penyakit narsis akut. Temen saya yang satu ini, paling gak bisa ngeliat yang namanya spot bagus buat foto. Ada aja gayanya, hehe.
Setelah puas basah-basahan di pantai Klang, akhirnya selepas Ashar kami beranjak pulang. Dan lagi-lagi kami disuguhi pemandangan indah berupa persawahan yang luas, hijau di sepanjang jalan pulang. Lagi-lagi Surya yang mengidap pemyakit narsis akut tiba-tiba meminta berhenti dan langsung masuk ke tengah persawahan. Saat itu, cuaca sorenya memang cukup mendukung, cerah dan sejuk. Lagi-lagi dia meminta saya menjepretnya, obsesi banget ya..! Haha..!

Yah, itu aja cerita seneng-seneng saya. Gak mau terlalu serius menghadapi sidang seperti pesan Mrs. Hello Kitty. Baiklah, salam jepret..!

REVISI..!

Saya sidang hari Rabu tanggal 28 ini..! Wah, 2 hari lagi..! Sahabat-sahabat Blogger, mohon doanya yaa..! Saya akan berusaha sekuat tenaga, insyaAllah..! >:D 

Senin, 19 September 2011

All Riders Vs. Dai-Shocker

Judul tersebut bukan dalam artian yang sebenarnya. Saya tetap saja Kamen Rider Black RX sebelum The Last Battle. Pertarungan yang sudah berusaha saya lebaykan tersebut adalah sidang meja hijau yang insyaAllah sedang dalam pengurusan berkas-berkas. Tapi, tetap saja heran, kok orang-orang entah itu dari keluarga atau teman selalu nanya kapan wisuda?. Nah loh, wong saya fokusnya ke sidang kok, bukan wisuda, toh wisuda cuma sederatan seremoni geser tali diatas topi kiri ke kanan atau kanan ke kiri. Yah, tapi saya tidak akan menutup kemungkinan, kalau wisuda bisa dapet bulan depan ya Alhamdulillah, kalau enggak juga ya Alhamdulillah. Yang penting adalah pertarungan terakhir ini, proses yang paling menentukan.

All Riders
All Riders Vs. Dai-Shocker merupakan pertarungan terhebat antara para Riders yang pernah ada menurut saya. Yah, seperti yang saya ceritakan diatas, saya memang berusaha untuk dapat lulus tahun ini juga, apalagi kalau bisa wisuda bulan depan, hehe. Jadi ini juga akan menjadi pertarungan terbesar bagi saya, Kamen Rider Black RX yang sebentar lagi akan berubah menjadi Shadow Moon, huahaha (ngakak). Beneran, ntar abis sidang saya akan ganti semuanya ke versi Shadow Moon, yang jauh lebih powerful, lebih keren walau dia musuhnya Black RX. Doakan saya yaa..!

Shadow Moon
NB: Shadow Moon awalnya adalah Nobuhiko Akizuki saudara angkat Kotaro Minami (Kamen Rider Black), ia juga diculik makhluk luar angkasa “Golgom” untuk dirubah menjadi android & ditanamkan Kingstone. Sayangnya ia gagal melarikan diri dan Kingstone menyatu utuh pada tubuhnya. Ia pun telah berubah 100% menjadi Robot & bekerja sama dengan Golgom melawan Kamen Rider Black. Shadow Moon termasuk salah satu Kamen Rider antagonis, ia memiliki senjata berupa 2 bilah pedang bewarna merah kristal. Ia tidak memiliki kendaraan & ia juga tidak perlu Henshin karena ia android murni. Ia juga muncul di seri Kamen Rider Black RX & movie Kamen Rider World. Setelah mati di seri Kamen Rider Black, ia dihidupkan kembali oleh Crisis Empire. (Sumber)

Rabu, 14 September 2011

55:13

"Allah lah yang membuatmu sampai sejauh ini, kuhajar kau apabila masih melihat ke belakang..!" -Die

Alhamdulillahirobbilalamiin. Seminar hasil saya telah selesai. Akhirnya perjuangan 7 bulan ini sudah dipresentasikan, saya tak akan memberi penilaian terhadapnya. Karena seperti yang pernah saya katakan, hasilnya saya kembalikan kepada Allah, saya hanya bisa berusaha. Apalagi tadi abang-abang saya mengingatkan bahwa saya sama sekali belum menang, pertarungan sebenarnya adalah sidang meja hijau, jangan lalai, jangan pernah, abang-abang saya selalu mengingatkan saya bahwa saya bukan seperti orang-orang kebanyakan, harus berbeda dan harus tetap begitu.

Pagi tadi rasanya sangat menakjubkan, mulai dari teman-teman yang datang lebih awal dari saya (padahal yang seminar saya) menyiapkan konsumsi dosen-dosen, sampai hal-hal di luar dugaan saya selama seminar berlangsung. Tadi, duo dosen favorit saya hadir sebagai pembimbing sekaligus pembanding hasil penelitian saya, siapa lagi kalau bukan Mr. Jack dan Mrs. Hello Kitty. Dua hari sebelumnya, Mrs. Hello Kitty sempat memberikan wejangan terakhir sebelum saya maju seminar, kata-kata yang paling saya ingat adalah: Yud, jangan batasi fikiranmu dengan sebuah pencapaian apalagi sebuah nilai, karena yang namanya ilmu adalah kewajiban yang harus kita cari, bukan alat untuk berbangga diri. Ingatlah, seberapapun ilmu yang kau dapat, walau itu sedikit atau banyak bukan itu masalahnya, tapi seberapa besar kau dapat bertanggung jawab atas ilmu yang kau miliki.

Jujur saja, Mrs. Hello Kitty adalah motivator di luar dugaan saya. Dia sering sekali memberikan saya nasihat yang sangat berarti. Saya ingat beberapa bulan yang lalu Mrs. Hello Kitty marah-marah sambil ngajarin saya, maklum saya tidak begitu cepat menangkap pelajaran, jadi saya harus konsentrasi penuh sambil terus mengulang-ulangnya dirumah. Mungkin, Mrs. Hello Kitty sempat merasa stress selalu diteror oleh mahasiswanya yang bebal ini, sampai-sampai Mrs. Hello Kitty tak bisa bernafas. Juga tak lupa salam Metal buat Mr. Jack, yang kemarin nawarin saya buah Salak yang dibawanya dari Sidempuan sewaktu bimbingan. Teknik-teknik komputasi yang memunculkan ide Benchmark dua sistem yang saya kerjakan adalah dari Mr. Jack. Intinya, duo dosen ini menurut saya adalah duet maut paling matching selama hidup saya, hehe. Dua hal yang sangat berbeda, dan keduanya adalah kombinasi yang pas mantap. Saya yakin, Allah memang tahu yang terbaik buat saya.

~Untill The Next Battle..!~

Jumat, 26 Agustus 2011

Mudik

"jangan terbang rendah dek, masih banyak langit yang belum kita jelajahi.." -Rendy Widjaya

Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi biasanya ditandai dengan kebiasaan pulang kampung yang lazim disebut mudik. Kebiasaan mudik ini termasuk tradisi umat Muslim di Indonesia, dimana seseorang yang merantau baik itu bekerja ataupun sekolah akan kembali ke kampung halamannya untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga. Setau saya sih, mudik tidak termasuk dalam ibadah yang dianjurkan dalam Islam, tapi saya pernah diskusi dengan seorang teman, walaupun itu bukan merupakan suatu amal ibadah yang dianjurkan, tetapi tujuan dari mudik tersebutlah yang menjadi kewajiban umat muslim yaitu menjalin silaturahmi.

Tahun ini, saya benar-benar mengalami yang namanya terjebak arus mudik. Jika pada tahun-tahun sebelumnya saya sudah pulang kampung sekitar seminggu puasa, maka tahun ini saya baru pulang ke kampung halaman tiga hari sebelum Idul Fitri. Beberapa bulan terakhir saya memang sedang dalam mega proyek yang saya rancang sendiri, hehe. Mega proyek yang saya beri kode nama: Master Piece. Pada awalnya tak sedikitpun keyakinan saya dapat menyelesaikan tugas akhir kuliah ini, tapi dengan dukungan keluarga, rasanya hal yang tidak mungkin saja rasanya seperti hal yang sangat sepele. Sekitar tujuh bulan yang lalu saya sudah mempersiapkan dari mulai konsep penelitan hingga keperluan-keperluan yang menyangkut dengan tugas saya. Saya mulai meninggalkan pola hidup yang banyak menghabiskan waktu sia-sia, misalnya bermain, kumpul-kumpul gak jelas sampai mengatur ulang pola tidur. Memang, beberapa teman kampus menganggap saya berubah, tidak mau bergaul dengan mereka bahkan sombong. Saya hanya dapat tersipu mendengar ocehan mereka, tapi dari hati yang paling dalam saya punya jawaban yang setiap waktu menguatkan saya apabila bertemu mereka. Jawaban itu adalah doa di saat shalat subuh yang diajarkan seorang teman kepada saya: ya Allah, pagi Mu telah menjelang, maka jika aku akan melangkahkan kakiku, langkahkanlah ke tempat yang menghasilkan manfaat bagiku, jika bersenang-senang dalam berkumpul dengan orang lain dapat melalaikan aku, jauhkanlah aku dari perkumpulan itu, dan jauhkanlah hamba dari hal-hal yang tidak berguna serta dari orang-orang yang melakukan perbuatan sia-sia. Jadi, apabila saya mau pergi kemana-mana, sering teringat kata-kata itu, dan berusaha untuk tidak munafik pada pendirian sendiri serta berusaha mengamalkan apa yang saya minta pada Allah.

Sampai saya menyelesaikan Master Piece saya, dan berusaha bertanggung jawab atas apa yang saya kerjakan, lalu, masih ada dua pertarungan besar sehabis lebaran: seminar hasil dan sidang meja hijau. Hasilnya, saya kembalikan pada Allah, bagaimanapun saya hanya bisa berusaha, melalui para dosen penguji dan pembimbing, saya yakin Allah menunjukkan yang terbaik buat saya.

Kembali ke soal mudik, akhirnya saya berhasil mendapatkan tiket kereta pertanggal 27 Agustus dengan tujuan Rantauprapat. Tiket yang didapatkan dengan antrian sekitar dua jam di siang bolong yang panas. Setelah ngantri, masih ada janji sama mas Rendy yang dari kemarin menyuruh saya datang ke rumah barunya di Binjai. Mas Rendy yang awalnya adalah sahabat abang saya (sempat jadi bos juga, hehe) adalah seorang enterpreneur muda yang sukses (udah saya bilang sukses nih mas, ada proyek ajak-ajak lagi lho, hehe). Dulu, tak jarang kami bercengkrama di mushola yang sangat kecil di sebuah ruko sewaan tempat CV nya. Kemarin, dia menghubungi saya, dan menyuruh datang untuk berbuka di rumah barunya, sekalian nyicipin drum yang baru dibelinya. Walaupun sudah agak berumur, jiwa metalnya emang gak pernah surut. Disuruh nyobain drum baru, ya seneng dong, langsung deh nyoba bawain: The Roots of Madinah - Konspirasi Haykal, Burgerkill -  Darah Hitam Kebencian dan satu lagu ciptaan Die yang belum sempurna: Sex Party Inside (Binasanya Kaum Luth). Wah, hari yang melelahkan sebelum mudik, padahal paginya saya baru jeput laptopnya Iin (teman sd), kali ini wifi nya gak konek, katanya, haha. Memang ada aja penyakit laptopnya Iin ini, setelah berusaha saya benerin walaupun gak bener-benert amat, pulangin balik ke dia lalu shalat Jum'at. Hmm, sekarang waktunuya istirahat, karena besok pagi mau berangkat ke stasiun dan sampai di kampung halaman, Rantauprapat dengan seger, hehe. Salam mudik..!

Selasa, 16 Agustus 2011

23 Agustus, InsyaAllah..! Doakan Yaa..! >:D.. (Diunduuur..! Hiks..!)

Hmm, versi revisi nih (kayak skripsi aja). Cerita saya mulai di pagi yang agak mendung, cukup membosankan sih, tapi itu semua sudah terbakar oleh semangat saya yang sehari sebelumnya dipromosikan sama doping 1 (dosen pembimbing 1) untuk melakukan seminar hasil minggu depan. Perasaan terkejut bercampur senang plus yang lain-lain deh, akhirnya 7 bulan usaha saya tiba masanya untuk diseminarkan. Penelitian yang sudah saya lakukan akhirnya disetujui oleh dua orang dosen saya, yang masing-masing saya sebut dengan Mr. Jack dan Mrs. Hello Kitty, haha. Begitu juga dengan daftar nama kontak di hp saya, nama mereka saya ganti jadi seperti itu, entah kenapa saya bersemangat apabila melakukan panggilan atau menerima telepon jika melihat tulisan: memanggil Mr. Jack atau tulisan Mrs. Hello Kitty memanggil di hp saya, hehe. Yah, tak bisa dipungkiri nama-nama kontak yang lain seperti teman juga kena imbasnya, misalnya ada banyak nama Kampret1, Kampret2, Kampret3 dan seterusnya, jadi sulit sih mencari nama asli mereka, hehe.

Pagi itu, setelah selesai mandi, saya melihat hp saya: Mr. Jack memanggil, dengan cepat saya angkat. Assalamualikum pak, buka saya dengan tergesa-gesa. Ya, walaikumsalam, jadi datang hari ini kan? temui saya di kantor jam 10. Iya, baik pak, ini saya sedang siap-siap. Tak lama, saya berangkat ke kampus, bertemu dengan Mr. Jack, lalu Mr. Jack menyuruh saya menemui Mrs. Hello Kitty dengan membawa surat. Saat memberikan surat itu, Mrs. Hello Kitty meminta salinan skripsi saya lalu mulai membaca bagian yang minggu lalu saya revisi. Seperti biasa, terjadi dialog alot lagi dengan ibu tersebut, saat itu kami membicarakan tentang deret Fourier serta fungsi transformasinya. Mrs. Hello Kitty berpendapat bahwa saya harus meningkatkan akurasi penelitian saya dengan melakukan analisis dalam domain waktu, maklum uji spektrum sangat berkaitan erat dengan fungsi waktu. Masih dengan senjata kemarin, saya jawab: tapi kan bu, nilai sampling yang kemarin sudah cukup akurat pada 44KHz, lagian kemarin kita kan belajarnya gak sampai di kalkulus 2, yang diajari cuma deret bilangan berhingga, itu pun tidak sampai pada deret trigonometri. Aah, memang dasar kamu nya yang malas, jadi kalau gak diajarin kamu gak mau belajar sendiri gitu? ini saya pinjamin buku The Fast Transform, tapi bahasa inggris, timpal Mrs. Hello Kitty. Waduh bu, buku yang kemarin saja belum saya pulangin. Huuuh, memang banyak alasan kamu, kalau bisa lebih baik kan gak salah, katanya. Hehe, oke ya.. oke ya.. oke ya buuu, jawab saya. Yasudah, katanya. Lalu dia mengambil salinan dan membubuhkan paraf dan tanda yang paling saya tunggu-tunggu: acc. Nih, kamu temui Mr. Jack dan bicarain jadwalnya, saya dukung kamu seminar sebelum lebaran, katanya. Saya jawab, baik bu..! dengan bersemangat saya balik ke kantornya Mr. Jack.

Sesampainya di kantor Mr. Jack, saya menyerahkan hasil rekomendasi dari Mrs. Hello Kitty kepada Mr. Jack. Beberapa saat kami membicarakan masalah teknis yang sering kami bahas. Tak lama, Mr. Jack menyampaikan kepada saya bahwa dia berpendapat kalau sebaiknya seminar hasil saya ditunda sampai habis lebaran. Glek..! terkejut, lalu saya tanya: kenapa pak? Begini, ini adalah kegiatan pertama untuk program studi kita, saya rasa persiapan kita untuk melakukan itu belum cukup matang, jawabnya. Memangnya perlu persiapan yang bagaimana pak, saya kan hanya akan ujian seminar hasil, tanya saya. Iya, saya tau, tapi saya memang harus mempersiapkan beberapa hal, misalnya siapa saja dosen penguji yang pas untuk penelitian kamu ini, dan akhir-akhir ini atau dalam bulan ini, dosen penguji yang tepat menurut saya, rata-rata berhalangan. Oh, begitu ya pak, jawab saya. Tapi, kalau kamu berkeras untuk melakukan seminar dalam bulan ini ya silahkan, itu keputusan kamu, katanya. Hmm, saya jadi bingung pak, tapi sepertinya memang lebih baik saya tunda dulu pak sampai persiapan betul-betul matang, jawab saya. Iya, kamu tidak mau kan kalau pengujinya nanti kurang memahami apa yang kamu sampaikan? saya sarankan begini agar ini menjadi yang terbaik buat kamu, timpal Mr. Jack lagi. Hmm, baiklah kalau begitu pak, saya persiapkan dulu, kalau begitu saya permisi pak, jawab saya mengakhiri pembicaraan. Iya silahkan, jangan lupa buat surat undangan seminar yang saya contohkan tadi karena itu harus segera deiberikan, katanya. Baik pak, permisi.

Saya memang agak kaku sama Mr. Jack, tapi tidak begitu dengan Mrs. Hello Kitty, tak jarang kami lempar lelucon, hehe. Tapi, bagaimanapun mereka, saya sangat kagum, tak pernah menyangka dengan ilmu yang dimilikinya yang diajarkan selama masa bimbingan. Tak apalah ditunda beberapa minggu, pastilah ini yang terbaik buat saya, sekali lagi, terima kasih Mr. Jack & Mrs. Hello Kitty, kalian berdua benar-benar keren..!

#Now Playing: L'Arc~en~Ciel - Good Luck My Way

Kamis, 11 Agustus 2011

M.O.G.S.A.W


Sekali lagi, saya atau kami adalah Mogerz, sama sekali bukan fans Purgatory atau apapun lainnya yang mengacu kemiripan dengan itu. Telah disampaikan dibanyak kesempatan bahwa M.O.G.S.A.W =  Messenger Of God: Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Jadi, Mogerz adalah orang-orang yang sangat terpengaruh, terinspirasi dan merupakan pengikut dan fans Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Jumat, 05 Agustus 2011

Biar Foto Yang Bicara (bag. 3)


The Green Bridge
iso: 200
f: 2,8
flash: no

Awalnya sih saya kepingin expose face dari depan, tapi waktu pengambilan di pagi hari yang menurut aturan kurang tepat karena serangga cenderung liar di pagi hari jadi seharusnya menunggu hari agak gelap. Yah, karena yang fotoin saya, jadi gak biasa pake aturan-aturan, hehe. Saya cuma suka momentnya, dan seperti biasa karena ini postingan yang bersambung dan dari judulnya saja sudah begitu, jadi saya hanya bisa memberikan nama untuk fotonya, kalau konsep serta maknanya biar sahabat saja yang menilai.

Senin, 01 Agustus 2011

Super Power..!

Sesuatu terjadi saat menunggu waktu berbuka di hari pertama. Aaargh.. Kekuatan ini.. Bagaimana bisa..?


Kiri, kanan, depan, belakang, semuanya, menakjubkan..! Huahaha..! >:D

Jumat, 29 Juli 2011

Untitled

Waktu menunjukkan pukul 19.15, kali ini aku memenuhi undangannya lagi, aku datang lebih awal, sangat tepat waktu bahkan sebelum dia mempersiapkan kopi Sidikalang panasnya di depan teras yang langsung menghadap ke perbukitan itu. Kutunggu dia beberapa menit, hingga akhirnya tampak sesosok lelaki tua dengan pakaian kaos putih polos dan menggunakan sarung, sangat terlihat malas, seperti biasa, seolah dia yang beberapa kali kutemui belakangan ini bukanlah seorang yang dulunya sangat hebat. Saat datang ke rumah yang terbuat dari kayu dengan model rumah panggung zaman penjajahan itu, aku sudah menunggunya beberapa menit, duduk di lantai kayu, melihat ke perbukitan yang sunyi. Dia menghampiri kursi kebesarannya itu, tak menghiraukan keberadaanku dan mulai mengeluarkan sebatang Dji Sam Soe dari kaleng bulat kecil dan memantiknya, terlihat betapa dia menikmati hisapan pertama di tengah malam yang dingin itu.

Aku terdiam lagi, tapi kali ini aku berjanji untuk memulai pembicaraan: datang menghampirinya dan mengambil sebuah kursi yang berdekatan dengannya. Kuberikan senyum seadanya, begitu juga dengan senyum seadanya miliknya. Aku kalah lagi, dia memulai pembicaraan dengan bertanya: mengapa kau pulang?. Kujawab dengan hormat, kali ini aku pulang untuk berziarah ke makam ayahku. Apakah kau sudah melakukannya? tanyanya lagi. Sudah, kemarin aku sudah berziarah, dan akan kuulangi besok sebelum kembali ke kota tempatku menuntut ilmu. Suasana menjadi hening lagi, apakah ini akan lama? tanyaku dalam hati. Seperempat jam kemudian kuberanikan diri untuk memulai pembicaraan lagi, kukatakan bahwa kali ini semuanya berjalan lancar. Sekali lagi, kulihat senyum seadanya yang kurasa di dunia ini hanya lelaki tua dengan setelan malas ini pemiliknya. Kali ini aku berhasil menahan semua air mataku, dengan pasti, walau awalnya sulit, aku takkan mengeluarkannya walau sedikit.

Aku pamit pulang, karena sudah kusampaikan semua padanya dan telah habis secangkir kopi panas itu. Saat melangkah di anak tangga pertama dia berkata pelan: aku tak pernah begitu mempercayaimu, lakukan dengan baik dan satu hal lagi, aku juga mengenal dia (ayahmu). Aku tak menoleh lagi, kebahagiaan ini sangat aneh bahkan membuat aku ingin menangis, tetapi dengan kekuatan baru ini, aku dapat melangkah dengan senyuman. Terima kasih pak tua.

"Mengapa pada dirimu saja hal ini bisa jadi sangat keren..?"